Komite Blackberry untuk kajian pilihan bisnis

  • 12 Agustus 2013
Blackberry
Image caption Blackberry menghadapi kesulitan bersaing dengan Apple dan telepon berbasis Android.

Produsen telepon pintar Blackberry membentuk sebuah komite untuk mengkaji pilihan bisnisnya, yang bisa mengarah pada penjualan perusahaan.

Anggota Dewan Direksi, Timothy Dattels, akan memimpin komite tersebut. "Kami yakin kini saatnya untuk mengeksplorasi strategi alternatif."

Dengan pembentukan komite maka perusahaan ingin melihat pilihan yang tersedia guna meningkatkan penjualan produk Blackberry 10, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan lain hingga penjualan perusahaan.

"Sepanjang tahun lalu, manajemen dan direksi memusatkan perhatian pada peluncuran Blackberry 10 dan BES 10, memapankan posisi keuangan yang kuat dan mengkaji pendekatan terbaik untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan pemegang saham," tambahnya.

Blackberry mengadapi kesulitan dalam waktu beberapa tahun belakangan untuk bersaing dengan Apple dan pengguna telepon pintar berbasis Android.

Prem Watsa mundur

Image caption Blackberry Z10 tampaknya tidak berhasil mengangkat kondisi perusahaan.

Bersamaan dengan pembentukan komite, Prem Watsa dari perusahaan Fairfax Financial -yang merupakan pemilik saham terbesar Blackberry- mengundurkan diri dari Dewan Direktur untuk mencegah konflik kepentingan.

"Saya ingin tetap menjadi pendukung kuat perusahaan, dewan direktur, dan manajemen ketika mereka melangkah maju dalam proses ini dan Fairfax Financial saat ini tidak ingin menjual sahamnya," jelas Watsa.

Bulan Januari 2013 nama perusahaan Research in Motion atau RIM diganti menjadi Blackberry sebagai upaya perubahan citra, bersamaan dengan peluncuran model Blackberry 10.

Namun rupanya upaya itu belum membuahkan hasil dan penjualan Blackberry Z10 - yang terjual satu juta unit hingga Maret 2013- tetap tidak mampu mengangkat kondisi perusahaan.

Dalam tiga bulan terakhir hingga Juni, Blackberry menderita kerugian US$84 juta dan diperkirakan akan masih merugi hingga dalam masa tiga bulan mendatang hingga September.

Berita terkait