Mengemudi dan kirim SMS saat tertidur

peta

Polisi Selandia Baru berusaha melarang seorang perempuan mengemudi, setelah ia mengemudi ratusan kilometer dan mengirim SMS saat tertidur.

Teman-teman perempuan itu berinisiatif memberitahu polisi akan gangguan tidur yang tidak biasa tersebut.

Ia ditemukan tertidur di belakang kemudi di garasi rumah yang pernah ia tempati dan mengatakan pada polisi ia tidak bisa mengingat bagaimana ia sampai ke tempat itu.

Menurut polisi, beberapa SMS yang ia kirim tidak bisa dipahami.

Seorang pakar tidur mengatakan pada BBC bahwa meski cerita itu sulit dipercayai, kejadian itu bukan hal yang mustahil.

Dr Neil Stanley mengatakan kasus-kasus "mengemudi sambil tidur" dan "mengirim SMS sambil tidur" bukan hal baru.

"Jika ia bisa mengemudi saat tertidur maka mungkin saja bahwa ia bisa mengirim SMS sambil tidur juga," kata Stanley.

"Namun jika itu sungguh terjadi maka ini adalah kasus ekstrim yang mendorong batas-batas apa yang mungkin terjadi."

Diawasi polisi

Polisi mengatakan mereka menerima panggilan telepon darurat setelah tengah malam pada hari Rabu dari seorang teman perempuan itu.

Ia dilaporkan mengemudi setelah minum obat tidur.

Mereka mengatakan 10 bulan yang lalu, perempuan itu pernah melakukan hal serupa.

Polisi mengatakan mobil-mobil patroli diperintahkan untuk mengawasi mobil jenis hatchback berwarna perak tersebut dan melacak keberadaan si perempuan melalui ponselnya.

Berdasarkan data, polisi mengetahui bahwa perempuan itu mengirim banyak SMS saat berkendara dari rumahnya di Hamilton ke kota tepi pantai Mount Maunganui melalui Auckland di Pulau Utara, yang berjarak 300 km.

"Kami berupaya mengeluarkan perintah resmi melarangnya untuk mengemudi dan mencari saran medis mengenai layak atau tidaknya ia memiliki SIM," kata Sersan Senior Dave Litton.

"Meski kini ia ditemukan selamat dan melegakan banyak orang, ada potensi tragedi besar yang menunggu."

Berita terkait