Masyarakat Jerman lebih berbudaya dari Inggris

  • 21 Agustus 2013
violin
Image caption Komposer Karl Jenkins khawatir pelajaran musik hanya bisa dinikmati orang kaya.

Komposer musik klasik kelahiran Inggris, Karl Jenkins, berpendapat jika Jerman adalah "sebuah masyarakat yang lebih berbudaya" daripada Inggris.

Hal ini dikatakan kepada BBC Wales karena masyarakat Jerman mau menghabiskan lebih banyak uang di bidang seni.

Jenkins mengatakan ke depannya pendanaan publik harus dilihat sebagai cara berinvestasi di bidang kebudayaan.

Ia juga menyatakan, pemotongan anggaran di bidang senirupa yang dilakukan oleh pemerintah Inggris adalah "tragis."

"Di Jerman justru sebaliknya -meningkatkan anggaran," kata dia.

"Sekali waktu saya membaca sebuah artikel, mereka mempertanyakan 'bagaimana itu bisa dilakukan di tengah krisis ekonomi seperti ini?"

Bagian dari investasi

"Jawabannya adalah kita semua berinvestasi di bidang kebudayaan untuk masa depan negara kita, begitulah seharusnya seni itu dipandang."

Tahun ini, pemerintah Inggris memang mengurangi anggaran untuk pembiayaan kesenian sebesar lima persen.

Sebaliknya, Menteri kebudayaan Jerman, Bernd Neumann, mengumumkan akan meningkatkan anggaran untuk yayasan seni Jerman, Bundeskulturstiftung, sebesar delapan persen.

Juru bicara pemerintah negara bagian Wales mengatakan pemotongan anggaran seni dan juga museum sebesar 5% ini menggambarkan bahwa pemerintah Inggris mempertimbangkan nilai-nilai ekonomi dan sosial.

Januari lalu Jenkins pernah memperingatkan bahwa citra Wales sebagai negara bagian yang penuh musik akan menurun, karena dipotongnya anggaran bagi para pemusik muda.

Saat itu ia mengatakan kekhawatirannya bila pelajaran musik hanya akan menjadi milik orang kaya.

Jenkins adalah salah satu komposer yang paling sering melakukan pertunjukkan langsung di dunia.

Musim panas ini ia menghidupkan kembali rekaman Adiemusnya yang pertama kali direkam tahun 1995 dan banyak dipakai sebagai bahasa imajinasi dan musik tribal.

Berita terkait