Pegawai kantor pos Inggris mogok kerja

kantor pos inggris
Image caption Penurunan jumlah pelanggan membuat kantor pos di Inggris berjuang melawan kerugian.

Pegawai kantor pos Inggris, Crown, menggelar aksi mogok dua hari sebagai bagian dari protes atas penutupan kantor, pemecatan dan soal pembayaran gaji.

Sekitar 4.000 pekerja di 372 kantor pos Crown memulai aksi mogok hari ini menyusul kisruh perburuhan yang tidak kunjung usai dalam lima bulan terakhir.

Para pekerja akan meninggalkan kantor pos mereka di seluruh Inggris pada Sabtu ini, kemudian hari Senin di Skotlandia dan hari Selasa di Wales dan Irlandia Utara.

Serikat pekerja kantor pos, CWU, memprotes rencana penutupan sejumlah kantor cabang yang akan menyebabkan ribuan orang dipecat, tetapi kantor pos Crown menyatakan kebijakan ini diperlukan untuk menghindari kerugian besar yang dialami kantor pos.

Kantor pos Crown memiliki cabang di sejumlah kota besar yang menguasai 3% jaringan Kantor Pos, dan melayani seperlima pelanggan.

Saat ini mereka tengah mengalami kerugian mencapai £37 juta atau Rpp633 miliar dalam setahun.

Pembicaraan buntu

CWU menyatakan rencana untuk menutup lusinan kantor pos Crown akan menyebabkan 1.500 orang kehilangan pekerjaan dan mereka juga mengklaim para pekerja dipaksa menerima pembayaran pesangon sebesar tiga tahun masa kerja.

Sekjen CWU Dave Ward mengatakan: "Ini adalah pertama kalinya kami mengumumkan dua hari aksi mogok berturut-turut."

"Para pekerja kantor pos Crown tidak setuju dengan pendekatan 'potong dan bakar' yang dilakukan manajemen dan bersiap untuk menggelar aksi mogok yang lebih lama untuk mempertahankan pekerjaan kami dan memenangkan kenaikan gaji yang layak."

Kantor pos Crown memang tengah berjuang mengatasi kerugian menyusul penurunan jumlah pelanggan yang drastis dan mencoba meraih untung melalui investasi dengan membentuk waralaba di 70 cabang bekerjasama dengan mitra ritel.

Direktur penjualan kantor pos Crown Kevin Gilliland mengaku "sangat kecewa" dengan keputusan serikat pekerja.

"Aksi ini hanya bisa menyebabkan gangguan bagi pelanggan, membuang biaya dan semakin menekan jaringan Crown."

"Kami harus melanjutkan rencana untuk mengembalikan jaringan Crown ke jalur keuntungan."

Pembicaraan diantara kedua belah pihak dilaporkan menemui jalan buntu, dan CWU memperingatkan apabila tidak terjadi kesepakatan dalam waktu dekat, mereka akan melanjutkan aksi mogok hingga Natal nanti.

Berita terkait