Pemerintah Inggris habiskan Rp690 juta untuk 'cek waktu'

  • 26 Agustus 2013
sara mendes
Image caption Sara Mendes da Costa menjadi suara terakhir layanan Timeline

Kementerian Pertahanan Inggris menghabiskan dana £40.000 (Rp690 juta) untuk layanan pemberitahu waktu melalui telepon, Timeline.

Seluruh pegawai kementerian dilaporkan dilarang menghubungi nomor 123 untuk mengetahui waktu.

Mereka telah menerima daftar situs internet yang boleh digunakan untuk mendapatkan jam yang akurat, tetapi para staf ternyata tetap menelepon 123 dan tagihannya mencapai ratusan juta dalam waktu tiga tahun.

Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan "biaya yang tidak perlu" itu adalah akibat kesalahan teknis dan memastikan bahwa tidak ada lagi staf yang menggunakan layanan itu.

"Larangan sudah berlaku namun ada masalah teknis dengan sejumlah server IT kami sehingga panggilan ke layanan itu masih terjadi dan kami pastikan hal biaya yang tidak perlu itu sudah dihentikan," kata dia.

Tagihan tahun 2012 adalah £18.804 dan £15.162 pada 2011, sedangkan 2013 tagihan sudah mencapai £6.000.

Dalam periode sejak larangan diberlakukan, Kementerian Pertahanan telah menghubungi nomor 123 sebanyak 130.000 kali dengan biaya 30 pence (Rp5.000) untuk setiap panggilan.

Layanan jam berbicara Timeline diluncurkan pada 1936 dan pada 2011 merayakan ulang tahun ke-75.

Sejak awal, layanan itu selalu berbayar. Sebelum Perang Dunia II berakhir, biaya yang dikenakan adalah satu penny dari rumah dan dua pence dari telepon umum.

Pada 2007, Sara Mendes da Costa dari Brighton memenangi kompetisi untuk menjadi suara layanan tersebut.

Berita terkait