Kekhawatiran atas anjloknya rupee India

ruppe
Image caption Menurunnya rupee atas dollar AS menambah beban bagi India yang tergantung minyak impor.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, mengungkapkan kekhawatiran atas jatuhnya nilai rupee kepada para anggota parlemen.

Mata uang negara itu kembali mencapai rekor terendah atas dollar AS pada Rabu (29/08) setelah nilainya turun 20% pada tahun ini.

Di hadapan anggota parlemen, Singh memperingatkan rakyat India untuk siap menghadapi harga-harga yang meningkat karena anjloknya nilai rupee namun memperkirakan perekonomian India akan meningkat pada semester kedua 2013.

"Kita tidak diragukan menghadapi tantangan penting, namun kita memiliki kemampuan untuk menanganinya, masa-masa seperti ini yang memperlihatkan sebuah bangsa benar-benar mampu," tuturnya.

Merosotnya nilai rupee ini amat penting mengingat India merupakan pengimpor minyak dan bahan pangan sehingga rupee yang lemah akan membuat barang impor menjadi semakin mahal.

Pertumbuhan melambat

Dalam pernyataan di parlemen, Singh mengatakan India perlu mengambil langkah-langkah untuk mengurangi keinginan memiliki emas, mengurangi konsumsi minyak, dan mengurangi ketergantunan pada impor.

Usai pidatonya, rupee menguat sedikit dengan nilai 66,64 rupee untuk satu dollar AS, jauh di atas rekor pada Rabu sebesar 69 rupee.

Singh merupakan ahli ekonomi yang dipuji berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi India yang pesat ketika menjabat menteri keuangan pada tahun 1990-an.

Pada hari yang sama, Jumat 30 Agustus, statistik yang diumumkan memperlihatkan pertumbuhan kuartal April-Juni membuat pertumbuhan tahunan sebesar 4,7% atau melambat dari tahun sebelumnya sebesar 5%.

Pemerintah India sudah menyetujui proyek pembangunan senilai US$28 miliar lebih sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor asing dan mencegah penurunan rupee lebih lanjut.

Berita terkait