Iklan Dunkin' Donuts dianggap rasis

Dunkin' Donuts
Image caption Dunkin' Donuts Thailand mengaku penjualan naik 50% sejak peluncuran iklan.

Kelompok pegiat Human Rights Watch mendesak Dunkin' Donuts untuk mencabut iklan mereka di Thailand yang dianggap 'rasis dan aneh.'

Iklan itu menampilkan seorang perempuan berwajah hitam bergincu merah jambu dengan slogan 'langgar semua aturan kenikmatan.'

"Aneh dan sekaligus rasis bahwa Dunkin' Donuts berpikir bahwa harus perempuan berkulit hitam dengan bibir merah jambu untuk menjual donat coklat," tutur Phil Robertson, Wakil Direktur HRW untuk kawasan Asia, seperti dikutip kantor berita AP.

''Dunkin' Donuts seharusnya menarik iklan tersebut, meminta maaf secara terbuka kepada orang yang merasa terhina dan menjamin tidak akan terulang lagi."

Dunkin' Donuts meluncurkan iklan tersebut pertengahan bulan ini dengan judul Charcoal Donut atau donat arang dengan gambar yang mengingatkan pada stereotip warga kulit hitam pada akhir abad 19 dan awal abad 20.

Namun gambaran itu kini sudah dianggap sebagai lambang dari masa rasisme.

Ditepis pimpinan DD

HRW mengatakan amat terkejut melihat sebuah perusahaan Amerika Serikat menggunakan iklan yang bisa memancing kemarahan jika digunakan di AS.

Bagaimanapun iklan tersebut tidak memicu kontroversi di kalangan warga Thailand karena iklan di negara itu sudah biasa menggunakan stereotip tertentu.

Dan pimpinan Dunkin' Donuts di Thailand menepis kritik HRW dengan menyebutnya sebagai cara berpikir Amerika Serikat yang paranoid.

"Itu jelas edan. Kami tidak boleh menggunakan hitam untuk mempromosikan donat kami?" kata Nadim Salhani.

"Saya tidak mengerti. Apa masalahnya? Bagaimana jika produknya putih dan saya mencat seseorang menjadi putih, apakah itu juga rasis?"

Salhani menambahkan bahwa perusahaan lisensi Dunkin' Donuts di Thailand beroperasi secara mandiri dari perusahaan induk di Amerika Serikat.

Menurutnya penjualan donat di Thailand meningkat sekitar 50% sejak iklan Charcoal Donut diluncurkan dua pekan lalu.

Berita terkait