Serikat pekerja Hyundai akhiri mogok kerja

  • 10 September 2013
aksi mook hyundai
Image caption Aksi mogok menyebabkan produksi Hyundai berkurang sebesar 50.000 kendaraan.

Para pekerja di Hyundai Motor mengakhiri aksi mogok setelah menyepakati pembayaran gaji dengan perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Hyundai menawarkan kenaikan gaji pokok sebesar 5%, pembayaran bonus satu kali senilai 5 juta won atau sekitar Rp52 juta ditambah tiga setengah pembayaran gaji per pekerja.

Industri mobil Korea Selatan memang sering mengalami aksi dari para pekerjanya. Hyundai sendiri setidaknya mengalami aksi mogok setiap tahun selama 22 tahun dalam sejarah 26 tahun perusahaan ini.

Aksi mogok terakhir berlangsung Agustus lalu yang menyebabkan jumlah produksi kendaraan berkurang sebesar 50.000.

Awal tahun ini, serikat pekerja menolak kerja lembur dalam 13 akhir pekan di saat mereka juga menuntut kenaikan gaji akibat perubahan jam kerja tersebut.

Aksi mogok ini menyebabkan Hyundai mengalami kerugian produksi sebesar 1 triliun won atau sekitar Rp10 triliun.

Tahun lalu, pekerja Hyundai dan afiliasinya Kia Motors juga menggelar aksi mogok selama empat bulan yang menyebabkan kerugian produksi sebesar US$1,5 miliar.

Aksi mogok kali ini mengemuka di saat Hyundai menjalani kompetisi yang meningkat dari pabrikan Jepang - yang mengalami keuntungan dari pelemahan yen - termasuk pulihnya manufaktur mobil AS.

Berita terkait