Vaksin penangkal virus mirip HIV

  • 12 September 2013
monyet
Image caption Virus SIV pada monyet diklaim 100 kali lebih berbahaya dibanding dengan HIV pada manusia.

Sebuah vaksin berhasil membasmi virus yang setara dengan virus HIV pada monyet, studi menunjukkan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menunjukkan bahwa virus yang dinamakan Simian Immunodeficiency Virus (SIV) yang menginfeksi monyet bisa disembuhkan pada monyet yang diberikan vaksinasi.

Hal ini terbukti efektif pada sembilan dari total 16 monyet yang disertakan dalam uji coba.

Para ilmuwan di Amerika Serikat mengatakan mereka kini ingin menggunakan pendekatan yang sama untuk menguji vaksin untuk HIV pada manusia.

Profesor Louis Picker, dari Vaksin and Gene Therapy Institute di Universitas Kesehatan dan Sains di Oregon mengatakan: "Adalah selalu sulit untuk mengklaim pemberantasan - selalu ada saja sel yang tidak kami analisis yang mengandung virus di dalamnya. Tetapi untuk sebagian besar, dengan kriteria yang sangat ketat ... tidak ada virus yang tersisa di tubuh monyet ini. "

Para peneliti saat ini sedang berusaha mencari cara efektif untuk menyembuhkan virus HIV pada manusia. Lebih lanjut Picker mengatakan: "Agar bisa membuat versi manusia dari vaksinasi ini, kami harus benar-benar yakin ini akan sangat aman."

Cari dan hancurkan

Tim peneliti melihat virus pada monyet yang agresif dan disebut SIVmac239 ini 100 kali lebih mematikan daripada HIV pada manusia.

Monyet yang terinfeksi biasanya meninggal dalam waktu dua tahun, tetapi dalam beberapa primata masa terjangkit virus ini tidak berlangsung lama.

Image caption Monyet yang terjangkit virus ini biasanya meninggal dalam waktu dua tahun.

Vaksin ini dibuat dari virus lain yang disebut cytomegalovirus (CMV), yang termasuk dari keluarga herpes.

Cara kerjanya menggunakan kekuatan menular CMV yang menyapu seluruh tubuh. Tapi alih-alih menyebabkan penyakit, virus ini telah dimodifikasi untuk memacu sistem kekebalan tubuh untuk melawan molekul SIV.

"Ini mempertahankan sistem kekebalan yang mengawasi semua jaringan di dalam tubuh sepanjang waktu, tanpa batas," jelas Profesor Picker.

Para peneliti memberikan monyet-monyet ini rhesus vaksin, dan membuat mereka terpapar virus SIV.

Mereka menemukan bahwa pada awalnya infeksi mulai muncul dan menyebar. Tetapi tubuh monyet kemudian mulai merespon dengan cara mencari dan menghancurkan semua tanda-tanda virus.

Dari sejumlah monyet yang berhasil ditemukan, mereka tetap bersih dari virus setelah tiga setengah tahun kemudian.

Profesor Picker mengatakan timnya sedang berusaha mencari jawaban mengapa vaksinasi ini berhasil untuk sebagian monyet dan tidak untuk lainnya.

"Ini bisa jadi karena SIV sangat bersifat patogen dan ini adalah hasil terbaik yang Anda pernah dapatkan," kata dia.

Berita terkait