Inggris luncurkan unit kejahatan hak cipta

  • 16 September 2013
pembajakan
Image caption Detektif akan mengejar para pelaku kejahatan pembajakan di internet.

Polisi Kota London meluncurkan sebuah unit yang bertugas mengejar para pelaku kejahatan atas kekayaan intelektual.

Unit yang dibentuk Jumat kemarin, langsung bergerak dan menangkap dua orang yang diduga mengimpor keping video DVD bajakan senilai £40.000 atau sekitar Rp726 juta di Birmingham.

Petugas unit akan bekerjasama dengan badan internasional seperti FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri di AS untuk mengatasi pemalsuan hak cipta dalam bentuk produksi fisik dan penjualan barang palsu.

Unit Kejahatan Hak Intelektual (Pipcu) akan menerima anggaran sebesar £2,56 juta selama dua tahun dari badan Kekayaan Intelektual Inggis.

"Fokus kami akan mengejar penjahat profesional yang menggunakan kejahatan kekayaan intelektual untuk mengumpulkan kekayaan yang melanggar hukum," kata detektif unit ini, Oliver Shaw kepada BBC.

Razia situs

Petugas yang terlatih dalam penyelidikan dalam jaringan internet akan bertindak berdasarkan informasi bocoran dari sejumlah pihak untuk mengidentifikasi tersangka di Inggris, dan secara aktif merazia situs yang menawarkan barang ilegal dan situs pengunduh musik dan video ilegal.

Unit ini memiliki kewenangan untuk menyita barang dan aset, dan akan mendorong perusahaan penyedia layanan internet untuk mematikan situs yang menjual barang palsu.

Pengiklan yang sah tetapi tanpa disadari menaruh iklan di situs ilegal akan diinformasikan untuk menghentikan layanan iklan guna mengganggu pendapatan geng kejahatan.

Tim ini juga akan menyelidiki produksi fisik dan penjualan barang palsu, sebagai contoh, dengan mengejar para penjahat pemalsu ban palsu, kata detektif Shaw.

Upaya Inggris untuk mengatasi kejahatan hak cipta ini termasuk penunjukan Milke Weatherley, seorang anggota parlemen, sebagai penasihat hak kekayaan intelektual oleh PM David Cameron.

Data yang dikeluarkan lembaga Ofcom menyebut hampir seperempat warga Inggris melakukan pelanggaran hak cipta.

Berita terkait