Penjaga sekolah Yunani gelar protes

  • 16 September 2013
Protes penjaga sekolah di Yunani
Image caption Penjaga sekolah berdebat dengan polisi di Athena mengenai akses ke kantor.

Para penjaga sekolah di Yunani melakukan unjuk rasa di Athena untuk memperjuangkan nasib mereka yang terkatung-katung sejak dinonaktifkan dua bulan lalu.

Mereka dinonaktifkan sebagai bagian dari penghematan anggaran. Pemerintah sebelumnya berjanji bahwa penjaga sekolah akan dipindahkan ke kantor lain, tetapi hingga kini tidak ada kepastian.

Oleh karena itu para penjaga sekolah dari berbagai jenjang menggelar unjuk rasa hari Senin ini (16/09).

"Masalah ini sederhana saja, tak seorang pun ingin mempekerjakan kami, mereka menipu kami. Mereka mengatakan akan mengirim kita ke pemerintah kota, kemudian mereka mengatakan tidak akan menempatkan kami di pemerintah-pemerintah kota," kata ketua Serikat Penjaga Sekolah, Evaggelos Toubas seperti dikutip kantor berita AP.

Para penjaga yang bertugas mengamankan sekolah dan membantu siswa menyeberang jalan di depan sekolah menuntut mereka segera dipekerjakan.

Protes guru

Dalam aksi hari ini puluhan dari mereka berusaha memaksa masuk ke kantor pemerintah yang menangani restrukturisasi. Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Demonstrasi penjaga sekolah diadakan bertepatan dengan mogok kerja selama satu minggu oleh guru-guru sekolah menengah atas. Mereka menentang program pemerintah yang menempatkan pegawai sektor publik di bawah skema mobilitas.

Berdasarkan skema ini, guru harus bersedia dipindahkan ke mana saja di Yunani atau terancam diberhentikan.

"Aksi mogok selama satu minggu telah dimulai di Yunani sebagai protes atas rencana pemerintah untuk memindahkan dan memecat pegawai negeri, " lapor wartawan BBC di Athena, Mark Lowen.

Mogok dan unjuk rasa, lapor Lowen, diadakan guna menentang pengurangan gaji 25.000 pegawai negeri sebelum dipindahkan ke tempat lain atau bahkan diberhentikan.

Pemerintah Yunani harus menerapkan skema ini untuk memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan kreditur internasional untuk mendapat paket penyelamatan.

Berita terkait