Saham Asia naik pasca berita The Fed

saham asia
Image caption Keputusan The Fed untuk melanjutkan program stimulus disambut baik pasar Asia.

Harga saham Asia kompak naik setelah bank sentral Amerika Serikat mengatakan belum akan menghentikan program stimulusnya hingga ekonomi meningkat lebih jauh.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,9%, indeks Hang Seng di Hong Kong melompat 2%, dan indeks ASX 200 di Australia menghijau 1,2% dan meraih titik tertinggi dalam lima tahun terakhir setelah pengumuman itu.

Sementara indeks harga saham gabungan pada pukul 09.30 WIB naik sekitar 4,3%.

Di Amerika Serikat, indeks-indeks utama juga naik dan memecahkan rekor pada penutupan Rabu (18/09).

Banyak investor sebelumnya berspekulasi bahwa Federal Reserve atau The Fed, akan mengurangi pembelian surat utang senilai US$85 miliar per bulan.

Namun dalam sebuat pernyataan yang dirilis setelah dua hari rapat kebijakan, The Fed mengatakan belum ada rencana pasti kapan mereka akan mengurangi program stimulus tersebut.

Bank sentral mengatakan mereka mengambil sikap yang lebih hati-hati karena tingkat pengangguran "tinggi" dan adanya kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS.

"Komite memutuskan untuk menunggu lebih banyak bukti bahwa kemajuan ini akan berkelanjutan sebelum mengatur laju pembelian [surat utang]," katanya.

The Fed juga memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini menjadi antara 2,0% dan 2,3%, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan Juni antara 2,3% dan 2,6%.

'Banyak manfaat'

Image caption Guberbur bank sentral AS, Ben Bernanke, mereka belum memiliki rencana pasti untuk menghentikan stimulus.

Para analis mengatakan pasar Asia akan diuntungkan dengan pengumuman The Fed ini.

"Negara berkembang akan tetap mendapat keuntungan, mengingat sensitivitas mereka terhadap kebijakan Fed," kata Kelly Teoh dari IG Markets.

Awal tahun ini, kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus oleh The Fed kian memuncak sehingga memicu aksi jual di pasar negara berkembang karena investor memindahkan uang mereka ke luar negeri.

Stimulus The Fed yang dikenal dengan quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif ini membuat lebih banyak uang diinvestasikan ke pasar finansial Asia..

Kekhawatiran pengurangan stimulus telah menjatuhkan nilai mata uang seperti rupe India dan rupiah Indonesia.

Namun, kini investor tampaknya menyambut baik keputusan The Fed untuk tetap menggelontorkan stimulus.

Ringgit Malaysia dan baht Thailand keduanya menguat hampir 2%.

Dolar AS turun namun komoditas seperti emas dan tembaga membukukan keuntungan yang cukup besar.

Berita terkait