Fujimori akan luncurkan memoar online

  • 21 September 2013
fujimori
Image caption Fujimori sempat meminta suaka ke Jepang setelah digulingkan pada tahun 2000.

Mantan presiden Peru, Alberto Fujimori, mengatakan akan menerbitkan kutipan memoarnya di situs media sosial Twitter dan Facebook.

Fujimori mengatakan dalam sebuah surat bahwa memoar ini adalah media untuknya berbagi pikiran dan kenangan, kebahagiaan dan kesedihan selama menjalani hukuman penjara 25 tahun atas pelanggaran hak asasi manusia.

Akun media sosial tersebut akan dikelola oleh kelompok pendukungnya.

Pria berusia 75 tahun ini berkuasa di Peru selama satu dekade sebelum dimakzulkan dan melarikan diri dari negara itu pada tahun 2000.

Sementara Menteri Kehakiman Peru, Daniel Figallo, marah terhadap pengumuman Fujimori ini.

Penjara, bukan hotel

"Orang-orang yang melakukan pelanggaran dan kebebasannya dibatasi seharusnya memiliki hak terbatas. Jika tidak, penjara beralih fungsi menjadi hotel," kata Figallo kepada wartawan.

Figallo dilaporkan meminta direktur penjara untuk membatasi akses Fujimori ke media sosial.

Mantan pemimpin ini masih memiliki pendukung di Peru dan bersumpah untuk mengungkapkan pikirannya secara online.

"Dengan cara ini, saya akan dapat berbagi pikiran, kenangan dan ilusi, kesedihan dan kegembiraan," demikian isi suratnya.

Presiden Ollanta Humala Peru baru-baru ini menolak permintaan pengampunan Fujimori atas dasar kemanusiaan.

Awal pekan ini, pihak berwenang menolak tawaran pengacara Fujimori memindahkannya menjadi tahanan rumah.

Setelah dilucuti kekuasaannya oleh Kongres negara itu pada tahun 2000, Fujimori mencari suaka di Jepang.

Dia akhirnya kembali ke Cile, di mana ia ditangkap pada tahun 2005.

Ia dituduh menyetujui pembunuhan dalam dua insiden yang dikenal sebagai La Cantuta dan Barrios Altos, dan penculikan seorang wartawan dan pengusaha.

Fujimori berulang kali membantah dan mengatakan tuduhan ini bermotif politik.

Berita terkait