Kenaikan harga dapat memicu stres

  • 22 September 2013
Supermarket
Image caption Harga bahan pangan yang 'meroket; tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan.

Kenaikan harga bahan pangan ternyata menyebabkan empat dari sepuluh konsumen mengalami stres, menurut sebuah penelitian lembaga konsumen Which? di Inggris.

Survei yang melibatkan 2.028 orang, menunjukan hasil 41% responden mengatakan masalah kenaikan harga bahan pangan dapat menyebabkan stres, sementara 29% responden mengaku mereka berusaha keras untuk mencari makan untuk dirinya dan keluarganya.

Sedangkan 78% responden mengatakan mereka khawatir mengenai kenaikan harga bahan pangan.

Menurut Badan Statistik Nasional, harga bahan pangan meningkat 12,6% lebih tinggi dari inflasi, sementara penghasilan konsumen tetap.

Direktur eksekutif Which? Richard Lloyd mengatakan masyarakat menerima kenaikan harga bahan pangan, tetapi harga yang 'meroket' itu menyebabkan stres dan kekhawatiran serta menimbulkan pertanyaan bagaimana mereka dapat mengatasi masalah tersebut.

Menurut dia, penghasilan yang stagnan menyebabkan masyarakat sulit dan akan semakin sulit untuk membeli makanan.

Dia menambahkan : "Supermarket harus memberikan kemudahan bagi konsumen dengan memberikan harga yang pantas dan menawarkan sesuatu yang bernilai bagi mereka.

"Para politisi harus menempatkan konsumen dalam hati mereka ketika membuat kebijakan ekonomi untuk mengatasi kenaikan biaya hidup dan untuk mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan."

Berita terkait