Korsel ulang tender pengadaan jet tempur

f-15
Image caption Boeing yang mengajukan pesawat F-15 sebelumnya difavoritkan untuk menang dalam pengadaan jet baru Korsel.

Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk mengulang proses tender pengadaan kontrak pesawat jet bernilai miliaran dolar AS.

Keputusan ini dilaporkan telah membuat Boeing terpukul setelah sebelumnya sempat diunggulkan untuk memenangi tender karena tawaran rival perusahaan itu, Lockheed dan EADS melebihi anggaran yang dimiliki oleh Seoul sebesar, US$7,7 miliar.

Boeing telah mengajukan tawaran untuk memasok jet jenis F-15, namun pemerintah mengatakan mereka mencari pesawat yang lebih canggih lagi.

Proses tender ulang pengadaan pesawat ini diperkirakan akan memakan waktu hingga satu tahun ke depan.

"Angkatan Udara kami berpikir bahwa kami membutuhkan kemampuan bertempur untuk merespon trend terbaru dari pengembangan teknologi penerbangan yang terpusat pada generasi kelima pesawat tempur saat ini dan juga untuk menghadapi provokasi dari Korea Utara," kata Menteri Pertahanan Korsel, Kim Min-seok.

Menurut laporan sejumlah media, ada 15 mantan komandan angakatan udara yang telah menandatangani petisi pada bulan ini mendesak pemerintah untuk tidak memilih tawaran yang diajukan oleh Boeing.

Dalam pernyataannya, Boeing mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah ini.

"Kami menunggu rincian dari Bagian Administrasi Akuisisi Pertahanan terkait dasar penundaan sementara kami juga mengevaluasi pilihan berikutnya," tambah perusahaan itu.

Analis mengatakan keputusan Kementerian Pertahanan Korea Selatan telah membuat Lockheed dengan pesawat F-35 nya berpeluang untuk memenangi tender pengadaan pesawat jet tersebut.

Berita terkait