Perang atas narkotika dianggap gagal

  • 1 Oktober 2013
drugs
Image caption Harga narkotika di Eropa terus menurun dalam 10 tahun terakhir.

Narkotika sekarang lebih murah dan lebih murni dan tersebar secara global dalam 20 tahun terakhir, demikian peringatan yang disampaikan lembaga Pusat Sains Internasional dalam Kebijakan Narkotika.

Lembaga ini dalam laporan tersebut menyatakan perang atas narkotika mengalami kegagalan.

Laporan yang diterbitkan jurnal medis British Medical Journal Open ini mengkaji data dari tujuh pemerintahan internasional yang memiliki sistem pengawasan obat-obat terlarang.

Dalam kajiannya, para peneliti mengamati sedikitnya informasi berusia 10 tahun terkait harga dan tingkat kemurnian sejumlah narkotika seperti kanabis, kokain dan opium, termasuk heroin.

Laporan ini mengatakan harga narkotika telah turun di antara tahun 1990 dan 2010, sementara tingkat kemurniannya meningkat.

Di Eropa, misalnya, harga rata-rata opium dan kokain, menyesuaikan dengan tingkat inflasi dan kemurniannya, turun sebesar 74% dan 51% berturut-turut antara 1990 dan 2010, demikian kata lembaga yang bermarkas di Vancouver, Kanada ini.

Dalam laporan ini juga menemukan bahwa ada peningkatan substansi kokain, heroin dan kanabis yang disita oleh penegak hukum di sebagian besar wilayah dunia sejak 1990.

'Isu kesehatan'

Para peneliti di lembaga ini mengatakan saat ini adalah waktunya untuk mempertimbangkan narkotika digunakan sebagai isu kesehatan publik ketimbang isu kriminalitas.

Kebanyakan badan narkotika membuat strategi penegakan hukum untuk mengatasi masalah ini meskipun ada permintaan untuk menggali sejumlah pendekatan, seperti dekriminalisasi dan regulasi hukum yang ketat, demikian kata laporan ini.

Laporan ini menyimpulkan: "Temuan ini membuktikan bahwa upaya meluas untuk mengontrol pasar narkotika melalui penegakan hukum gagal."

Dr Evan Wood, salah satu penulis dari lembaga ini mengatakan: "Kita harus mencari kebijakan implementasi yang menempatkan komunitas keamanan dan kesehatan sebagai garis depan upaya kita, dan mempertimbangkan narkotika sebagai isu kesehatan publik ketimbang isu kriminalitas."

"Dengan pengakuan bahwa upaya untuk mengurangi penyebaran narkoba sepertinya tidak sukses, ada kebutuhan yang jelas untuk meningkatkan perawatan kecanduan dan strategi laun untuk secara efektif mengurangi bahaya narkotika."

Berita terkait