Prancis lindungi toko buku dari persaingan Amazon

Buku Prancis
Image caption Penerbit buku-buku Prancis diberi keleluasaan untuk menetapkan harga.

Parlemen Prancis dengan suara bulat mengesahkan rancangan undang-undang untuk melindungi toko-toko buku dari persaingan ritel online raksasa, Amazon.

Berdasarkan peraturan baru ini, Amazon tidak boleh menawarkan biaya pengiriman gratis untuk pembelian buku-buku yang dijual dengan harga diskon.

Undang-undang baru yang disahkan Majelis Rendah pada Kamis ini (03/10) membatasi gerak toko-toko online yang menggratiskan biaya pengiriman untuk buku dengan potongan harga hingga 5%. RUU selanjutnya akan dibawa ke Senat.

Parlemen mengambil langkah ini setelah para penjual buku independen mengeluh bahwa mereka tidak mampu bersaing karena marak penawaran harga murah di online.

Wartawan BBC di Paris, Christian Fraser, melaporkan terdapat lebih dari 3.000 toko buku independen di Prancis. Jumlah ini lebih besar dibanding jumlah toko di seluruh Inggris sebanyak 1.000 toko.

"Toko-toko buku independen di Prancis bangga menawarkan kepada konsumen buku-buku yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain," jelas Fraser.

Kemunduran

Sejak 1981, undang-undang bahasa memberikan wewenang kepada penerbit untuk mematok harga bagi buku-buku bahasa Prancis.

"Hal itu bertujuan untuk melindungi penjual buku skala kecil dari persaingan supermarket dan pengecer online yang menawarkan potongan harga," kata wartawan BBC, Christian Fraser.

Namun, lanjutnya, toko-toko diizinkan mengajukan rabat hingga 5%, dan Amazon telah melakukan hal itu dan menggabungkannya dengan penawaran pengantaran gratis.

RUU baru, bila disetujui Senat, diperkirakan akan mengakhiri praktik tersebut. Beberapa kalangan, misalnya kelompok konsumen, menilai langkah ini merupakan kemunduran.

Menteri Kebudayaan Prancis, Aurelie Filippetti, dikenal sangat kritis terhadap praktek Amazon.

Dia mengecam Amazon karena memanfaatkan peraturan pasar tunggal Uni Eropa dengan mencatatkan laporan penjualan di Eropa melalui perusahaan induk di Luksemburg yang menawarkan pajak rendah untuk perusahaan.

Amazon menegaskan hal tersebut sah dilakukan berdasarkan peraturan pasar tunggal Uni Eropa.

Berita terkait