Foxconn akan tanam modal di Indonesia

  • 8 Oktober 2013
Foxconn
Image caption Investasi Foxconn diharapkan menurunkan impor telepon selular Indonesia.

Hon Hai Precision Industry Co Ltd Taiwan, nama resmi Foxconn, tengah mencari mitra lokal untuk diajak bekerja sama dan membangun infrastruktur pabrik telepon seluler di Indonesia mulai tahun depan.

Foxconn sejak 2012 lalu sudah mengumumkan minatnya untuk beroperasi di Indonesia, tetapi tertunda setelah pembicaraan dengan pemerintah dan pencarian mitra lokal.

“2014 adalah ketika kami telah mendaftarkan perusahaan kami, ketika kami akan dapat mitra dan ketika kami memiliki lokasi dan seluruh persiapannya,” kata juru bicara Foxconn Simon Hsing kepada kantor berita Reuters di sela pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik APEC di Bali, Senin (07/10).

Sementara dalam pernyataannya tahun lalu pemerintah Indonesia mengatakan Foxconn berencana menanamkan investasi senilai US$5-10 milliar selama lima sampai 10 tahun ke depan.

Dengan investasi ini diperkirakan akan dapat diproduksi 3 juta unit telepon seluler per tahun di pabriknya di Indonesia.

Sejumlah media lokal melaporkan dari Bali dengan mengutip pernyataan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang menyebut investasi Foxconn ini diharapkan akan mengurangi impor telepon seluler dari Indonesia.

Telepon pintar buatan raksasa teknologi Apple, iPhone, bukan lah penguasa pasar utama di Indonesia saat ini. Tetapi sebuah perkiraan menyebut sepanjang 2013 konsumsi telepon pintar di Indonesia akan mencapai 60 juta unit.

Dalam sebuah daftar yang menempatkan negara dengan perkiraan pemakai telepon genggam mencapai lebih dari 100 juta di dunia tahun 2012, Indonesia duduk di posisi empat setelah Cina, India dan AS.

Pada akhir Agustus pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pengenaan pajak barang mewah untuk impor ponsel setelah mengeluhkan besarnya devisa yang tersedot untuk produk komunikasi canggih ini.

Menurut Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar defisit neraca perdagangan akibat impor ponsel pintar mencapai satu miliar dollar (Rp11 triliun).

Berita terkait