Malala raih penghargaan hak asasi Uni Eropa

  • 10 Oktober 2013
Malala Yousafzai
Image caption Malala berpidato di depan Majelis Umum PBB, bulan Juli lalu.

Remaja Pakistan, Malala Yousafzai, yang ditembak di kepala oleh Taliban, meraih penghargaan hak asasi dari Uni Eropa, Sakharov.

Aktivis berusia 16 tahun ini ditembak setahun lalu karena mengkampanyekan hak pendidikan untuk anak perempuan.

Penghargaan Shakarov diberikan oleh Parlemen Eropa setiap tahun untuk mengenang ilmuwan dan pembangkang Soviet, Andrei Shakarov.

Mantan teknisi badan intelijen Amerika, CIA, Edward Snowden -yang membocorkan ribuan dokumen rahasia- termasuk salah seorang calon penerima penghargaan itu tahun ini.

Hadiah sebesar 50.000 euro itu merupakan penghargaan hak asasi Eropa terbesar.

Malala terangkat namanya sejak tahun 2009 saat ia mulai menulis blog untuk BBC siaran Urdu tentang kehidupannya saat Taliban berkuasa.

Tidak bisa dibuat diam

Dia juga bercerita tentang banyaknya anak-anak perempuan yang tidak mengenyam pendidikan.

Ia mendapatkan sambutan meraih saat berpidato Juli lalu di depan Majelis Umum PBB.

Dalam pidatonya, Malala bertekad tidak akan pernah bisa dibuat diam oleh siapa pun.

Parlemen Eropa di Strasbourg mengatakan Malala "sangat berani" untuk melanjutkan kampanyenya meningkatkan hak anak-anak.

Saat ini, Malala tinggal di Birmingham, Inggris.

Penerima penghargaan Shakarov termasuk mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, pegiat prodemokrasi Burma, Aung San Suu Kyi.

Penghargaan ini secara resmi akan diserahkan kepada Malala di Strasbourg pada bulan November.

Berita terkait