Temuan tengkorak dua juta tahun ungkap evolusi awal

  • 18 Oktober 2013
Tengkorak yang ditemukan di Georgia
Image caption Tengkorak yang ditemukan di Georgia delapan tahun lalu merupakan bukti terkuat evolusi.

Temuan tengkorak manusia berusia 1,8 juta tahun yang terkubur di desa zaman pertengahan Georgia menunjukkan gambaran evolusi bahwa manusia berasal dari satu spesies.

Para ilmuwan yang meneliti fosil itu mengatakan tengkorak yang pernah ditemukan di Afrika dan Eurasia kemungkinan berasal dari spesies yang sama.

Dalam jurnal Science, tim peneliti mengatakan Homo habilis, Homo rudolfensis dan Homo erectus merupakan bagian dari satu garis evolusi yang menghasilkan manusia modern.

Fosil yang ditemukan merupakan tengkorak manusia yang paling lengkap yang pernah ditemukan, dengan gigi besar, rongga otak kecil, dan wajah lonjong.

Selama ini, para ilmuwan mengidentifikasi sejumlah spesies manusia purbakala yang berbeda di Afrika dan Eurasia dengan karakteristik unik.

Para ilmuwan di Georgia mengatakan temuan tengkorak manusia purba itu menunjukkan spesies yang sebelumnya berasal dari satu spesies, Homo erectus.

Mereka mengatakan perbedaan dalam ukuran dan bentuk kepala kemungkinan karena variasi saja, sama halnya dengan manusia modern dan simpanse.

Pakar evolusi manusia Profesor Tim White dari Universitas California, Berkeley, mengatakan penelitian itu mengubah pemahaman tentang evolusi dari manusia purbakala menjadi manusia modern.

Dari Spanyol sampai Indonesia

"Untuk pertama kalinya, kita memahami bahwa pria dan wanita serta anak-anak mirip. Mahkluk yang akan menjadi manusia ini, pada dua juta tahun lalu sudah sampai di Georgia," kata White.

"Dan tidak lama setelah itu, menyebar dan keturunan manusia (purba) ini, yang disebut homo erectus, berkisar dari Spanyol sampai Indonesia," tambahnya.

Penulis laporan, David Lordkipanidze dari Museum Nasional Georgia di Tbilisi, mengatakan tengkorak itu merupakan bukti paling kuat tentang evolusi awal manusia.

"Kita kini memiliki bukti terbaik tentang bagaimana sebenarnya Homo," kata Lordkipanidze.

"Saat kami perhatikan berbagai variasi (dalam fosil itu) dan membandingkannya dengan manusia modern, dapat dilihat bahwa variasi itu normal," tambahnya.

''Danny DeVito, Michael Jordan dan Shaquille O'Neal berasal dari spesies yang sama,'' kata Lordkipanidze lagi mengacu pada aktor dan dua bintang basket Amerika.

Tengkorak itu ditemukan delapan tahun lalu di Dmanisi, Georgia, dan sejak itu tim ilmuwan membandingkan dengan fosil Homo lain termasuk yang ditemukan di Afrika berusia 2,4 juta tahun lalu.

Namun ilmuwan lain menyanggah temuan ini dan mengatakan tidak ada bukti cukup untuk menyangkal teori bahwa ada paling tidak terdapat tiga spesies manusia yang hidup hampir pada saat bersamaan.

Berita terkait