Profesor vokal dikeluarkan dari Universitas Peking

  • 19 Oktober 2013
Universitas Peking
Image caption Profesor Xia mengajar di Universitas Peking selama satu dekade terakhir.

Perguruan tinggi terkenal di Cina, Universitas Peking, mengeluarkan seorang profesor ekonomi vokal yang mengecam pemerintah.

Profesor Xia Yeliang dikeluarkan melalui pemungutan suara yang diikuti oleh 34 anggota Fakultas Ekonomi. Profesor Xia hanya memperoleh tiga suara melawan 30 suara, sementara satu orang abstain.

Dia sendiri tidak diikutkan dalam pemungutan suara tertutup. Xia mengatakan ia diberitahu oleh pihak universitas bahwa kontraknya diputus.

"Saya marah di hati saya, tetapi saya harus menerimanya dengan lapang dada," katanya seperti dikutip kantor berita AP, Sabtu, 19 Oktober.

Profesor Xia Yeliang, 53, membuat para pejabat di lingkungan perguruan tinggi merasa tidak nyaman karena tulisan-tulisannya yang menyerukan reformasi demokrasi dan reformasi hukum.

Dia yakin langkah universitas untuk mengeluarkannya terkait dengan pandangan politiknya. Wartawan BBC Michael Bristow melaporkan bahwa Universitas Peking mempersoalkan ajaran Xia Yeliang.

"Dia telah bekerja di Universitas Peking lebih dari satu dekade dan telah disambut di sejumlah perguruan tinggi unggulan di Amerika Serikat," jelas Bristow.

Banyak orang, lapor Bristow, yakin bahwa pemecatannya tidak ada kaitannya dengan kemampuan mengajar tetapi karena politik.

Beberapa akademisi di Wellesley College, Amerika Serikat, yang mempunyai afiliasi khusus dengan perguruan tinggi di ibukota Cina tersebut, baru-baru ini menulis surat kepada rektorat untuk tidak mengeluarkan Profesor Xia.

Berita terkait