Pianis dilarikan ke RS saat manggung

  • 20 Oktober 2013
Anton Kuerti
Image caption Anton Kuerti pertama kali manggung dengan Boston Pops Orchestra usia 11 tahun.

Pianis Kanada Anton Kuerti dilarikan ke rumahs akit dengan ambulan setelah dinyatakan jatuh sakit saat sedang beraksi di panggung dalam sebuah resital di Florida, AS.

Menurut saksi mata, saat sedang manggung Kuerti tiba-tiba nampak bingung dan mulai memainkan bait yang sama berulang kali.

"Salah seorang penonton yang juga berprofesi sebagai pianis akhirnya naik ke panggung dan merangkulnya," kata penyelenggara resital, Alan Penchansky.

"Ia mencoba mencari tahu kalau ada masalah, dan (Kuerti) kemudian mulai bermain lagi. Ia kelihatannya terjebak," katanya pada media lokal.

Sang pianis yang menyusul ke pentas, Santiago Rodriguez, adalah profesor pada pertunjukan keyboard di Sekolah Musik Frost dan akhirnya ia berhasil membujuk Kuerti turun panggung. Intermisi diumumkan dalam resital itu sementara Kuerti kemudian diperiksa oleh petugas medis.

Ia lalu diangkut ke rumah sakit dengan ambulan dan tak kembali lagi meneruskan permainannya.

'Pianis hebat'

Pianias kelahiran Austria ini sudah manggung nyaris sepanjang hayatnya mulai sejak baru berusia 11 tahun dengan penampilan perdana bersama Boston Pops Orchestra.

Sebagai pemain tunggal, spesialisasinya adalah komposisi karya Beethoven, yang kerap dimainkannya lengkap 32 sonata, serta dalam bentuk lima koncertonya.

Pada tahun 1997, majalah musik klasik AS Fanfare menyebutnya "pianis terbaik yang kini bermain", sehingga ia lalu dianugerahi gelar kehormatan Officer of the Order of Canada dari pemerintah setempat pada tahun berikutnya.

BBC Radio 3 juga menyebut Kuerti sebagai satu dari 50 Pianist Hebat tahun 2012.

Kini 75 tahun, pria ini tengah menunjukkan kemahirannya di Gereja Coral Gables di Miami saat tiba-tiba jatuh sakit.

Salah seorang pemirsa, Dorothy Hindman, mengatakan sang pianis "berbicara dengan cerdas dan penuh humor" sebelum resital dimulai, yang memainkan karya-karya Beethoven yang kurang dikenal.

Saat memainkan Rondo dengan G major, Op 51, No 29 dengan "nada sangat jernih", tambah Hindman, tiba-tiba ia mulai mengulang bagian penutup yang mulanya bahkan dikira "merupakan bentuk candaan pribadinya".

Namun "ia makin bertambah bingung dan kemudian sering berhenti dan mulai lagi pada bagian kedua dari Eleven Bagatelles, Op 119, sehingga para penonton pun menyadari ada sesuatu yang tidak beres".

Meski terpaksa menghentikan permainan sebelum usai, menurut Hindman seperti ditulis dalam artikel di South Florida Classical Review, pianis Kuerti menerima tepuk tangan hadirin yang berdiri menyatakan penghormatan saat ia turun panggung.

Berita terkait