Penulis To Kill a Mocking Bird menggugat

To kill a mocking bird
Image caption To Kill a Mocking Bird masih jadi buku wajib dibaca di banyak sekolah AS 50 tahun setelah ditulis.

Penulis buku To Kill a Mockingbird, Harper Lee mengajukan gugatan terhadap pengelola museum di kota tempatnya tinggal, Monroeville, agar menghentikan penjualan suvenir yang mencantumkan namanya dan judul bukunya yang memenangkan penghargaan Pulitzer.

Gugatan itu diajukan pekan lalu di pengadilan federal kota Mobile dengan tuduhan bahwa Museum Sejarah County Monroes memperdagangkan kepopuleran Lee tanpa izin dan kompensasi. Gugatan disertai dengan tuntutan ganti rugi yang belum disebutkan jumlahnya.

Gugatan ini ditolak pengelola Museum.

''Tiap pernyataan yang tercantum dalam gugatan itu salah, tanpa dasar atau keduanya,'' kata pengacara yang mewakili kubu Museum, Matt Goforth, dalam sebuah surat elektronik Jumat (18/10).

Gugatan dilayangkan Lee setelah penulis terkenal ini mengajukan permintaan merek dagang untuk judul bukunya kalau ada yang menggunakannya pada produk pakaian. Kubu museum menolak permintaan ini, dengan alasan penjualan suvenirnya merupakan bagian vital dari kelangsungan operasinya. Keputusan hakim diperkirakan baru akan diumumkan setahun mendatang.

Mengajarkan kesetaraan

Buku To kill a Mocking Bird menggunakan seting di sebuah daerah fiktif bernama Maycomb County, namun menurut dokumen gugatan Lee lokasi itu sesungguhnya terilhami oleh Monroe County tempatnya tinggal selama ini di selatan Alabama.

Sementara museum di Monroeville memberikan sejumlah penghargaan pada Lee dengan pajangan dan pertunjukan dengan lakon To Kill a Mockingbird tiap musim panas di salah satu bangunan kota kecil itu.

Museum memberikan royalti untuk lakon yang dimainkan ini dan memang hal ini tidak menjadi bagian dari gugatan.

Namun gugatan juga menandaskan bahwa museum mengantongi keuntungan dari penggunaan nama dan judul bukunya tanpa izin dengan menjual pakaian dan berbagai cendera mata. Situs web museum ini juga menggunakan judul bukunya (http://www.tokillamockingbird.com ) tanpa kompensasi, seperti ditulis kantor berita Associated Press.

''Nona Lee kena stroke dan sekarang dalam kondisi sakit. Tergugat nampaknya meyakini ia tidak akan melakukan gugatan hukum terkait penggunaan merek gadangnya, dan karena itu mengambil keuntungan dari kondisi Nona Lee dan kepemilikannya. Tergugat salah besar,'' tulis gugatan itu.

Novel ini diterbitkan tahun 1960 dengan kisah yang dituturkan dari kesaksian seorang anak umur 10 tahun. Meski plot utamanya bercerita tentang pemerkosaan dan ketidakadilan rasial, namun kemudian karya Lee ini mendapat sambutan sangat luas karena dinilai menggugah dan mengajarkan kesetaraan dengan cara yang mudah dicerna.

Di negara-negara yang menggunakan Inggris sebagai bahasa utama, buku ini sudah diajarkan sejak sekolah dasar dan sejumlah kritikus memasukkannya dalam daftar "Buku Wajib Baca sebelum Mati."

Berita terkait