Samsung didenda karena membayar konsumen palsu

  • 24 Oktober 2013
Samsung
Image caption Samsung dituduh mengorganisasi kampanye internet untuk mendiskreditkan saingan.

Perusahaan elektronik Korea Selatan Samsung dikenai denda US$340.000 di Taiwan karena membayar orang-orang untuk berpura-pura menjadi konsumen dan kemudian mengkritik perusahaan saingan.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha Taiwan mengatakan Samsung menyewa orang-orang untuk menulis komentar mereka di internet yang memuji produk Samsung dan menjelek-jelekan produk buatan perusahaan Taiwan, HTC.

Menurut komisi, sebagian orang yang berpura-pura sebagai konsumen biasa ternyata karyawan Samsung.

Dalam putusan yang dikeluarkan di situsnya pada Kamis (24/10), Samsung dinyatakan merongrong reputasi perusahaan pembuat telepon Taiwan.

Selain kepada Samsung, denda juga dijatuhkan kepada dua perusahaan Taiwan yang dianggap bertanggung jawab atas kampanye lewat internet ini.

Wartawan BBC di Taiwan Cindy Sui melaporkan Samsung menyewa perusahaan periklanan OpenTide untuk melancarkan kampanye di chatroom online setempat.

Chatroom ini biasanya dikunjungi oleh orang-orang yang ingin mengetahui pengalaman langsung konsumen mengenai produk yang mereke beli.

Termasuk Apple

Seorang juru bicara Komisi Pengawas Persaingan Usaha mengatakan kepada BBC bahwa Samsung paham betul dengan apa yang terjadi karena OpenTide memberikan laporan setiap minggu dan setiap bulan tentang komentar-komentar yang muncul.

"Selain menyerang HTC, sebagian komentar juga ditujukan kepada saingan-saingan lain, termasuk Apple dan banyak produk lainnya, tidak hanya telepon genggam," lapor Sui.

Juru bicara Samsung di Taiwan mengatakan kepada BBC bahwa perusahaannya menyesalkan keputusan komisi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Samsung menegakkan prinsip transparansi dan integritas dalam menjalin komunikasi dengan konsumen.

Juru bicara Samsung juga mengatakan keputusan komisi akan dipelajari secara seksama dan akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kredibilitas perusahaan.

"Kasus ini mencerminkan betapa sengit perang antartelepon genggam," lapor Cindy Sui.

HTC sebelumnya tercatat sebagai salah satu produsen telepon genggam di dunia, tetapi pangsa pasar dan pendapatannya berkurang belakangan karena adanya persaingan dari Samsung dan produsen-produsen lain.

Berita terkait