Simulasi penjualan saham Twitter "sukses"

  • 28 Oktober 2013
twitter
Image caption Twitter melepas 13% saham ke publik November ini.

New York Stock Exchange (NYSE) mengatakan uji coba penjualan saham Twitter sukses, seiring upaya mereka mengantisipasi masalah teknis yang sempat mengganggu penjualan saham Facebook di Nasdaq.

Simulasi aksi jual dan beli saham di bursa pada Sabtu (26/10) kemarin bermaksud untuk membersihkan gangguan teknis yang mungkin dihadapi ketika saham ditawarkan pertama kalinya.

Twitter akan menjadi perusahaan teknologi terbesar yang menjadi perusahaan terbuka setelah Facebook.

Diperkirakan, perdagangan saham akan dimulai pada awal November mendatang.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Mei perdagangan perdana saham Facebook di Nasdaq sempat terganggu karena masalah teknis.

Gangguan ini menyebabkan investor tidak tahu apakah penjualan atau pembelian yang dilakukan sukses atau tidak.

Nasdaq kemudian didenda US$10 juta atau sekitar Rp110 miliar oleh regulator Securities and Exchange Commission karena masalah itu.

"Layanan kelas dunia"

Image caption NYSE mengatakan sukses membersihkan kendala teknis untuk IPO Twitter nanti.

New York Stock Exchange tampaknya ingin menghindari masalah ini.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara NYSE mengatakan: "Uji coba sistem berlangsung sukses, dan kami berterima kasih kepada perusahaan yang memilih untuk ikut berpartisipasi.

"Kami sangat sistematis dalam merencanakan penawaran perdana saham (IPO) Twitter, dan kami bekerja sama dengan industri untuk menjamin layanan kelas dunia bagi Twitter, investor retail, dan semua pihak terkait."

Pekan lalu, Twitter mengatakan pihaknya berencana untuk menjual 70 juta saham dengan harga US$17 hingga US$20 per saham sehingga dapat menggalang dana hingga US$1,4 miliar.

Menurut dokumen IPO, Twitter sekarang memiliki 218 pengguna aktif bulanan dan 500 juta tweet per hari.

Namun, besarnya jumlah pengguna dan tweet ini belum menghasilkan keuntungan nyata.

Twitter mencatat rugi US$69 juta pada semester pertama 2013 dengan penghasilan mencapai US$254 juta.

Berita terkait