Bank sentral India tepis kekhawatiran krisis

  • 30 Oktober 2013
Konstruksi di India
Image caption Pertumbuhan ekonomi India mengalami perlambatan belakangan ini.

Gubernur bank sentral India Raghuram Rajan mengecilkan kekhawatiran kemungkinan krisis keuangan seperti pada 1991 meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.

Dalam wawancara khusus dengan BBC, Raghuram Rajan mengatakan kepada BBC bahwa India tidak akan mengalami krisis keuangan seperti pada 1991 ketika negara tersebut harus menerima talangan dana dari Dana Moneter Internasional.

Rajan, yang baru menjabat bulan lalu, menegaskan India mampu membayar semua utangnya sesegara mungkin bila diperlukan. Sebab, lanjutnya, India mempunyai cadangan devisa sebesar 15% dari produk domestik bruto.

Kemarin (29/10), Bank sentral India menaikkan suku bunga utama sebagai upaya baru mengatasi inflasi yang terus menerus terjadi.

Selama dua bulan berturut-turut, bank sentral India menaikkan suku bunga "repo".

Inflasi di India rata-rata mencapai 8% selama tiga puluh tahun terakhir, sementara pertumbuhan ekonomi lambat dan nilai mata uang rupee rendah.

Raghuram Rajan mengatakan pada saat ini diperlukan tindakan untuk memutus lingkaran tekanan harga.

"Adalah penting untuk memutus lingkaran tekanan harga guna mencegah penipisan tabungan dan memperkuat fondasi pertumbuhan," katanya.

Rajan mengatakan ia siap menempuh langkah-langkah tidak populer guna memulihkan keadaan.

Berita terkait