Warga Inggris masih sering buang makanan

  • 7 November 2013
sampah makanan
Image caption Konsumen mengeluhkan kenaikan harga pangan tetapi juga membuang makanan.

Keluarga Inggris membuang sekitar enam porsi makanan tiap pekan, demikian hasil sebuah riset dari Waste and Resources Action Programme (WRAP).

Lembaga daur ulang yang didanai publik ini mengatakan makanan yang dibuang memiliki nilai sekitar £60 atau Rp1 juta per bulannya.

WRAP mengatakan ada beberapa faktor yang membuat orang membuang makanan, diantaranya adalah membeli terlalu banyak, memasak dengan porsi terlalu besar, dan kebingungan karena label yang tertera pada kemasan.

Kepala Eksekutif WRAP, Dr Liz Goodwin, menyerukan agar toko-toko, pabrik makanan, dan pemerintah bertindak mengatasi hal tersebut.

Jenis makanan yang umum dibuang adalah roti, susu, dan kentang. Sebanyak 86 juta ayam juga dilaporkan dibuang sia-sia tiap tahunnya.

WRAP menyarankan warga untuk membeli apa yang dibutuhkan, memasak dengan porsi lebih kecil, dan memahami lebih baik informasi pada kemasan produk.

Organisasi yang didanai oleh pemerintah Inggris dan Uni Eropa ini mengatakan sektor rumah tangga sebetulnya sudah mengurangi sampah makanan hingga 21% dalam lima tahun terakhir, sehingga menghemat sekitar £13 miliar.

Tetapi Dr Goodwin mengatakan ini harus terus dikurangi lagi sebesar 1,7 juta ton per tahun hingga 2025.

Dr Goodwin mengatakan: "Konsumen sangat khawatir soal harga makanan yang naik dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi nyatanya, riset WRAP menunjukkan, kita masih membuang jutaan ton makanan dan miliaran pound uang."

"Inggris memimpin jalan untuk mengatasi pembuangan makanan ini dan menurunkan hingga 21% merupakan prestasi yang luar biasa bagi jutaan orang-orang yang berpartisipasi, menghemat uang, dan menjaga kelangsungan sumber daya alam."

"Namun, masih banyak hal harus dilakukan dan saya percaya kita harus melakukannya."

Hasil riset ini semakin mengukuhkan laporan sebelumnya yang mengatakan bahwa 20% makanan yang dibeli oleh keluarga di Inggris masuk ke tempat sampah.

Berita terkait