Saham perdana Twitter dilepas US$26

  • 7 November 2013
Twitter
Image caption Harga saham Twitter setelah mulai melantai di bursa NY diperkirakan akan naik lagi.

Saham perdana pengelola situs mikroblog terbesar dunia, Twitter, akhirnya akan diperdagangkan pada harga US$26 (hampir Rp300 ribu) mulai hari ini pada sesi penjualan saham perdananya (IPO) di bursa saham New York.

Harga saham perdana Twitter menjadi salah satu kabar paling ditunggu pelaku pasar karena besarnya minat terhadap situs komentar tersebut dari seluruh penjuru dunia.

Harga saham mulanya hanya ditaksir berkisar antara $23-25 naik dari taksiran harga awal $17-20 yang jauh dibawah ekspektasi analis.

Twitter akan melepas 70 juta lembar saham dan meraup sekitar $1,8 miliar (Rp20,5 triliun) dari proses ini.

Pasar diperkirakan akan dilanda demam Twitter sampai beberapa waktu setelah IPO pada Kamis (07/11) waktu Wall Street.

Dengan jumlah uang yang terlibat diperkirakan sedemikian banyak, IPO Twitter adalah langkah IPO terbaru dari sebuah perusahaan teknologi besar sejak Facebook yang juga melantai di bursa pada Mei 2012.

Penuhi harapan

Pengguna Twitter kini mencapai 230 juta, dalam tempo hanya tujuh tahun sejak mulai diciptakan namun belum menangguk untung.

Laporan kerugian untuk kuartal ketiga tahun ini melonjak menjadi US$64,6 juta dari tahun sebelumnya US$21,6 juta.

Sebuah survei dari Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga pengguna Twitter sebenarnya tidak benar-benar mengoperasikan akunnya.

Meski demikian pasar tetap diramalkan bereaksi sangat positif oleh analis.

Para investor menurut analis diyakinkan oleh potensi pertumbuhan Twitter yang dianggap menjanjikan.

"Investor memandang media sosial dan telepon genggam sebagai titik legit dan karena itu tak heran kalai IPO Twitter menciptakan demam dan diminati jauh melebihi kapasitasnya," kata Eden Zoller dari firma konsultan Ovum.

Meski demikian menurut Zoller ini memberi tekanan agar Twitter juga menjawab harapan itu dengan menghasilkan keuntungan besar dan mampu menunjukkan bisnisnya akan terus bertahan.

Meski belum untung, perusahaan itu sudah mencatatkan angka penjualan yang naik lebih dari dua kali pada kuartal ketiga 2013 menjadi U$168,6 juta, dan kini menyasar target kenaikan pendapatan dari pengiklan di luar AS.

Karena itu banyak analis memperkirakan harga saham Twitter masih akan terdongkrak setelah listing hari ini.

Berita terkait