Uskup 'mewah' bayar uang damai

  • 19 November 2013
Kediaman Uskup Limburg
Image caption Komplek kediaman resmi Uskup Tebartz-van Elst ini diberitakan bernilai Rp482 miliar.

Jaksa penuntut di Jerman bersedia menghentikan penuntutan terhadap Uskup kota Limburg setelah pemuka Katolik itu mau membayar uang damai sebesar 20.000 euro (Rp307 juta) dalam gugatan hukum melawan sebuah majalah terbitan setempat.

Uskup Franz-Peter Tebartz-van Elst didakwa berdusta di bawah sumpah terkait sebuah lawatannya ke India.

Ia diduga berbohong saat bersaksi terkait pemberitaan majalah terbitan Hamburg, Der Spiegel yang menyebutnya terbang dengan pesawat di kursi kelas satu untuk mengunjungi kaum papa di lokasi kumuh di India.

Tetapi pemberitaan tentang 'uskup mewah' ini bukan terkait perjalanan itu saja.

Desakan mundur

Ia juga disorot karena dianggap menghamburkan uang untuk merenovasi kediaman resmi Uskup Limburg, hingga menghabiskan anggaran senilai 31 juta euro (Rp482 miliar).

Wartawan BBC, Alan Johnston di Roma mengutip pemberitaan yang menyebut bak mandi di istana Uskup itu bernilai US$20.000 sementara meja pertemuannya US$34.000.

Berita ini membuat geram umat Katolik setempat sementara Paus Fransiskus segera memerintahkan agar Uskup Tebartz-van Elst sementara absen dari posisinya.

Sementara ia diistirahatkan, aparat kepausan tengah menyelidiki dugaan tentang gaya hidup mewah sang uskup.

Umat gereja di Jerman dikenai pajak yang langsung dipotong dari pendapatan mereka, sehingga pemberitaan tentang gaya hidup pemuka Katolik ini banyak menimbulkan kritik dan kemarahan.

Sejak meletup pemberitaan tentang uskup Limburg, sudah berkali-kali muncul seruan agar ia mundur atau dipecat dari kedudukannya.

Berita terkait