Bolivia perintahkan bonus tambahan Natal

Evo Morales
Image caption Evo Morales menuturkan bonus terus akan diberikan selama perekonomian bagus.

Presiden Bolivia Evo Morales membuat kejutan dengan mengumumkan lembaga pemerintah dan swasta harus membayar bonus tambahan untuk Natal.

Perintah tersebut dituangkan melalui keputusan presiden yang dikeluarkan Rabu (20/11). Berdasarkan undang-undang Bolivia, semua pekerja berhak menerima gaji dua bulan khusus pada bulan Desember.

Dengan dekrit presiden ini maka karyawan berhak menerima tambahan bonus satu bulan gaji sehingga mereka secara total akan menerima gaji tiga kali lipat.

Keputusan diambil, kata presiden Bolivia, sebagai upaya pemerintah mengurangi kemiskinan dan meratakan pembagian kue pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi salah satu negara paling miskin di Amerika Selatan itu tercatat sedikitnya 4,5% per tahun.

"Ekonomi bagus dan pertumbuhan ekonomi harus dikembalikan kepada para pekerja dengan melipat gandakan bonus Natal," tutur Morales dalam pertemuan dengan pemimpin serikat pekerja di ibukota Bolivia, La Paz.

Namun Feredrasi Perusahaan Swasta menolak keras keputusan presiden dengan alasan akan merusak investasi di masa depan. Ia juga mengatakan tambahan bonus ini bersifat 'politis'.

Kubu oposisi juga menentang keharusan penambahan bonus Natal dengan alasan akan mendongkrak inflasi.

Berita terkait