Materi ujian tentang 'perkosaan' dikecam

  • 27 November 2013
Roti
Image caption Roti dan sapu lidi digunakan sebagai penopang guna menggambarkan pemerkosaan.

Materi ujian drama yang meminta siswa Sekolah Menengah Atas menggambarkan skenario pemerkosaan bayi mengejutkan guru, orang tua dan siswa di Afrika Selatan.

Para siswa diminta memberikan gambaran pemerkosaan terhadap bayi berumur sembilan tahun dengan cara dramatis guna memaksimumkan horor serangan brutal di mata penonton, seperti dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Dalam skenario itu disediakan sapu lidi dan roti sebagai simbol untuk mendukung pementasan.

Kelompok-kelompok guru, wali murid, siswa dan aktivis berpendapat materi ujian tidak peka terhadap kondisi yang sebenarnya mengingat tingginya angka kekerasan seksual di Afrika Selatan.

Seorang guru, seperti dikutip media Afrika Selatan, mengatakan materi ujian drama tersebut sangat menakutkan apalagi kekerasan seksual marak di kalangan anak muda.

Ia menambahkan di sekolahnya terdapat beberapa siswa yang mengalami kekerasan seksual.

Seorang pejabat Kementerian Pendidikan mengatakan materi seperti itu "tidak baru" bagi siswa SMA.

Menurutnya, siswa mulai merasakan realitas kedewasaan di luar lingkungan rumah dan sekolah. Melalui drama, mereka menghadapi masalah nyata "melalui cerita yang aman".

Materi ujian drama diambil dari ringkasan drama Tshepang karya penulis Afrika Selatan, Lara Foot. Cerita diambil dari peristiwa pemerkosaan bayi berusia sembilan bulan, yang dikenal dengan nama Tshepang, oleh kekasih ibunya pada 2001.

Berita terkait