Utang mahasiswa Inggris capai Rp690 triliun

Alumni universitas Inggris
Image caption Sekitar 50% mahasiswa diperkirakan tidak akan mampu mencicil utangnya.

Utang para mahasiswa Inggris terus membengkak dan pemerintah dituduh tidak cukup berupaya agar mahasiswa membayarnya kembali.

Kantor Audit Nasional, NAO, melaporkan tunggakan mencapai £46 miliar atau sekitar Rp690 triliun dan akan meningkat menjadi £200 miliar dalam waktu 30 tahun mendatang.

Sekitar 50% mahasiswa Inggris yang mendapat pinjaman lunak tersebut diperkirakan tidak akan mendapat gaji cukup untuk bisa membayarnya kembali.

NAO juga mengungkapkan £5 miliar lebih dipinjam 368.000 mantan mahasiswa yang keberadaannya tidak diketahui lagi.

Laporan itu mengkritik pemerintah yang membesar-besarkan jumlah pinjaman yang dilunasi mahasiswa tanpa mempertimbangkan nilainya bagi pembayar pajak.

Sementara peningkatan uang kuliah di Inggris mendorong peningkatan pinjaman dan utang sehingga diperlukan pengkajian yang lebih ketat dalam tingkat pembayaran kembali.

"Amat penting bagi pemerintah untuk mengumpukan kembali setiap pound dari utang yang seharusnya ditagih," tutur Margaret Hodge dari Komite Akuntan Umum parlemen.

Badan yang mengurus pinjaman lunak juga diharapkan bekerja lebih keras untuk mengupayakan cicilan utang.

Praktis semua mahasiswa di Inggris bisa mendapatkan pinjaman lunak untuk biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari, yang akan dibayar kembali setelah mendapat pekerjaan dengan gaji di atas jumlah tertentu.

Berita terkait