WTO capai kesepakatan dagang $1 trilliun

  • 7 Desember 2013
WTO
Image caption Negara anggota WTO akhirnya meraih kesepakatan yang komprehensif sejak didirikan pada 1995 lalu.

Organisasi Perdagangan Dunia WTO telah menyetujui kesepakatan global yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan.

Kesepakatan yang dicapai di Bali, menyederhanakan prosedur perdagangan dan juga memberikan kemudahan bagi negara miskin untuk menjual produk mereka.

Kesepakatan senilai hampir US$1 trilliun untuk ekonomi global, seperti disampaikan oleh analis.

Hasil yang dicapai ini merupakan langkah penting bagi WTO yang mengupayakan untuk membuat perjanjian perdagangan baru, seperti disampaikan oleh koresponden ekonomi BBC, Andrew Walker.

"Itu disetujui," kata Menteri Perdagangan Gita Wiryawan dalam pertemuan di Bali, menyusul negosiasi yang berlangusung maraton antara menteri-menteri perdagangan dari 159 negara yang selesai pada Sabtu (7/12) pagi.

Kuba mengancam akan memveto paket tersebut, karena disebutkan tidak cukup kuat untuk menekan AS untuk mencabut embargo terhadap negara tersebut, tetapi akhirnya sepakat untuk menerima bagian dari perjanjian.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, WTO dapat benar-benar tersampaikan," kata ketua WTO Roberto Azevedo, ketika organisasi itu mencapai kesepakatan pertama yang komprehensif sejak didirikan pada 1995 lalu.

"Ini pertama kalinya seluruh anggota bekerja sama. Kami telah menaruh kembali kata 'dunia' di Organisasi Perdagangan Dunia," kata dia.

Kepakatan tersebut mengurangi batasan ekspor dari negara miskin.

Dan juga memberikan ruang yang lebih besar bagi negara berkembang untuk memberikan subsidi untuk mengamankan pasokan pangannya.

Ketahanan pangan juga menjadi salah satu perdebatan sebelum akhirnya kesepakatan benar-benar dicapai.

Perwakilan AS Michael Froman, mendesak agar anggota WTO untuk bekerja melampaui perbedaan mereka.

" Meninggalkan Bali pada pekan ini tanpa kesepakatan secara langsung akan melemahkan WTO sebagai forum perundingan multilateral.

"Jika itu terjadi, kerugian akan dialami oleh anggota yang mampu melaksanakannya," kata Froman.

Berita terkait