Pertumbuhan ekspor Cina terus naik

  • 9 Desember 2013
china
Image caption Pertumbuhan ekspor Cina mungkin akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ini.

Ekspor Cina naik lebih dari yang diharapkan pada bulan November, memperkuat tanda-tanda pulihnya negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini.

Pengiriman naik 12,7% dari tahun lalu, atau lebih besar dari kenaikan 5,6% pada Oktober. Sebagian besar analis sebelumnya memperkirakan pertumbuhan hanya akan mencapai 7%.

Pekan lalu data menunjukkan aktivitas manufaktur di Cina tumbuh di laju tercepat dalam 18 bulan terakhir pada bulan November.

Lonjakan ekspor ini dipicu oleh permintaan yang kuat dari pasar penting seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Ada tanda-tanda bahwa aktivitas perdagangan dan siklus global mendapatkan momentumnya, didorong oleh pemulihan di negara-negara berpenghasilan tinggi," kata Louis Kuijs, ekonom dari Royal Bank of Scotland.

"Eksportir Cina menangguk keuntungan dari itu."

Kuijs menambahkan bahwa pertumbuhan ekspor Cina kemungkinan akan mendapatkan dorongan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang akibat peningkatan permintaan global.

Selama beberapa bulan terakhir Beijing juga mengumumkan langkah-langkah stimulus yang bertujuan membantu eksportir dan meningkatkan permintaan domestik.

Stimulus ini termasuk keringanan pajak untuk pengusaha kecil dan pengurangan biaya untuk eksportir.

Jepang melemah

Image caption Industri manufaktur menjadi andalan ekspor Cina.

Sementara Jepang merevisi data pertumbuhan untuk periode Juli hingga September, setelah investasi swasta melambat dari yang diharapkan.

Pemerintah mengatakan ekonomi tumbuh hanya sebesar 0,3% dalam periode tersebut, turun dari estimasi awal sebesar 0,5%.

Jepang telah meluncurkan serangkaian langkah agresif untuk mencoba menghidupkan kembali perekonomiannya setelah bertahun-tahun mengalami kemandekan.

Para analis mengatakan langkah ini sudah mulai berdampak positif pada perekonomian dan tidak tertutup kemungkinan untuk mengambil langkah lanjutan di kuartal mendatang meskipun ada revisi penurunan pertumbuhan.

"Sudah ada tanda-tanda bahwa ekspor dan belanja modal pulih, jadi saya tidak pesimis tentang prospek," kata Yasuo Yamamoto, ekonom senior dari Mizuho Research Institute di Tokyo.

"Pertumbuhan ekonomi akan mulai cepat lagi pada kuartal keempat karena permintaan domestik menguat sebelum kenaikan pajak penjualan."

Berita terkait