Peretas Cina 'menyadap komputer Eropa'

  • 11 Desember 2013
Peretas
Image caption Adu tuding soal peretasan antara Cina dan negara Barat marak akhir-akhir ini.

Peretas asal Cina dituding telah memata-matai program komputer di lima kementrian asing di negara Eropa.

Tuduhan ini diambil dari hasil pengamatan sebuah perusahaan Keamanan asal AS, FireEye.

Para peretas sepanjang musim panas lalu diduga mengirim surat elektronik yang sudah dibubuhi virus komputer (malware) melalui lampiran yang dikesankan sebagai skema serangan AS ke Suriah.

Tak dijelaskan kementrian negara mana yang jadi sasaran namun menurut FireEye tujuan para peretas adalah memasukkan malware ke komputer pejabat yang terlibat dalam pembicaraan G20.

Kepada BBC perusahaan itu mengatakan ada sembilan komputer yang bobol.

Komputer-komputer ini jadi target menjelang sidang KTT G20 termasuk diikuti Cina, di St Petersburg Rusia pada September lalu, kata FireEye.

Dalam pertemuan itu tema terhangat adalah menyangkut kebijakan tentang Suriah.

Pada satu pekan bulan Agustus petugas FireEye mengatakan berhasil memantau salah satu dari 23 server yang dipakai kelompok peretas yang diberi nama ke3chang seperti nama salah satu kode serangan yang disisipkan kelompok ini.

Dalam sepekan itu peretas hanya melihat bagaimana virus bekerja, tak berusaha mencuri dokumen apa pun.

"Pada tahap itu kelihatannya mereka hanya mementingkan upaya mengetes sistem keamanan jarinang yang dipakai (network reconnaissance)," kata Narottama Villanueve dari perusahaan keamanan itu kepada BBC.

Carla Bruni

Kelompok Ke3chang diduga sudah mulai aktif sejak 2010. Biasanya mereka menyasar industri pesawat terbang, energi serta manufaktur namun belakangan mereka juga mengirim malware ke perusahaan teknologi tinggi serta lembaga pemerintah.

Menurut temuan FireEye pada tahun 2012 kelompok ini menggunakan agenda Olimpiade London untuk menyerang dan bahkan setahun sebelumnya dengan lampiran berkedok foto telanjang istri presiden Prancis saat itu, Carla Bruni, mereka mengirim virus jahatnya.

Dalam perkembangan terakhir, menurut FireEye, kelompok ini "nampaknya spesifik menjadikan kementrian di luar negeri sebagai sasaran," kata Villeneuve pada BBC.

"Para peretas ini berkedudukan di Cina tetapi sulit membuktikan, secara teknologi, bagaimana kiprah kelompok ini terkait dengan peran satu negara," tambahnya.

Ketegangan antara Cina dan negara-negara Barat terkait isu penyadapan dan pengintaian di internet terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Juni Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menuding Cina meretas program senjata rahasia AS.

Berita terkait