Tonton film porno harus bayar di Jerman

  • 13 Desember 2013
sex shop
Penerima surat dituduh melanggar hak cipta dengan menonton film porno secara online

Ribuan warga Jerman dilaporkan telah dikirimi surat agar mereka membayar ongkos menonton film porno di internet secara ilegal.

Firma hukum Urmann (U+C) mewakili firma proteksi hak cipta Swiss, Archive, dan meminta pembayaran 250 euro (Rp4,1 juta).

U+C memberikan konfirmasi kepada BBC bahwa surat telah dikirim tetapi mereka tidak mengatakan jumlahnya.

Semakin banyak orang yang menerima surat tersebut menyatakan firma itu salah alamat.

'Memalukan'

Menurut sebuah situs berita Jerman, lebih dari 10.000 orang diduga menonton film porno gratis di internet.

Ini adalah pertama kalinya konsumen film porno dituduh melakukan pelanggaran hukum karena menonton dan bukan mengunggah.

Dalam kasus ini, U+C mengatakan sasaran mereka adalah orang yang sudah menonton film di situs Redtube.

Firma hukum itu tidak bersedia mengatakan kepada BBC mengenai informasi rinci dari kasus ini.

Tindakan firma-firma hukum yang mengejar orang-orang yang diduga melanggar hak cipta menuai keprihatinan aktivis.

"Dalam kasus-kasus sebelumnya, kami melihat orang-orang yang dipaksa membayar meski mereka tidak melakukan kesalahan apa pun," kata Peter Bradwell dari Open Rights Group.

"Tampaknya lebih mahal atau lebih memalukan jika orang menggugat tuduhan itu.

"Jika sebuah perusahaan ingin mengirim surat kepada orang yang diduga melanggar hak cipta, pengadilan harus memastikan bahwa bukti yang dimiliki sesuai standar dan surat yang dikirim mudah dipahami."

Berita terkait