Robot luar angkasa Cina jelajahi bulan

  • 15 Desember 2013
Robot enam roda milik Cina mulai menjelajahi bulan, seperti gambaran artistik tentang wahana di bulan ini.

Kendaraan robot milik Cina mulai menjelajahi permukaan bulan, beberapa jam setelah Cina menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di bulan.

Robot penjelajah beroda enam diturunkan dari wahana tersebut di dataran vulkanik berdiameter 400km yang sering disebut Teluk Pelangi.

Diberi nama Kelinci Giok, robot seberat 120kg ini selama tiga bulan akan mengumpulkan berbagai data tentang tanah dan lapisannya disana.

Robot ini dapat memanjat lereng dengan kemiringan hingga 30 derajat dan bergerak dengan kecepatan 200 meter per jam, demikian menurut perancangnya, Shanghai Aerospace Systems Engineering Research Institute.

Sabtu (14/12) kemarin, wahana luar angkasa Cina - yang membawa robot itu - berhasil mendarat di belahan utara bulan, yang merupakan pendaratan pertama semenjak 1976.

Pendaratan Chang'e-3, nama wahana tersebut, merupakan langkah terbaru sekaligus ambisi Cina dalam misi luar angkasanya.

Misi luar angkasa ini diluncurkan dari Xichang pada awal Desember lalu.

Legenda Cina

Nama robot -yang dipilih dari jajak pendapat daring terhadap 3,4 juta responden- berasal dari legenda Cina tentang kelinci yang hidup sebagai binatang peliharaan Dewi Bulan Chang'e.

Para ilmuwan yang terlibat misi luar angkasa Cina ini bersorak gembira.

Awal Desember lalu, Prof Ouyang Ziyuan mengatakan kepada BBC bahwa misi ini akan melakukan uji coba terhadap teknologi dan juga ingin mengungkap fakta ilmiah.

"Dipandang dari segi talenta, Cina membutuhkan tim intelektual sendiri yang bisa menjelajahi Bulan dan tata surya- ini yang juga menjadi tujuan utama kita."

Sebelumnya, pada Juni 2013, negara ini berhasil mengirimkan tiga astronotnya ke orbit selama 15 hari, antara lain untuk melakukan percobaan ruang angkasa yang penting dalam upaya membangun stasiun ruang angkasa pada tahun 2020.

Teknologi ruang angkasa merupakan salah satu prioritas bagi pemerintahan Presiden Xi Jinping, yang menyerukan Cina menjadi salah satu negara adidaya di ruang angkasa.

Selain Cina, India baru-baru ini juga telah memulai misi pesawat luar angkasa menuju Planet Mars.

Berita terkait