Kampanye kurangi gula untuk atasi obesitas

  • 9 Januari 2014
Gula
Image caption Kampanye pengurangan gula bertujuan untuk kurangi penyakit kronis

Sebuah kelompok kampanye dibentuk untuk mengurangi kandungan gula dalam makanan dan minuman ringan untuk mengatasi masalah obesitas di Inggris.

Kelompok yang disebut Action on Sugar ini didirikan oleh tim dari Konsensus Aksi terhadap Garam dan Kesehatan (Cash), mendesak dilakukannya pengurangan asupan garam sejak 1990an.

Kelompok baru bertujuan ini untuk membantu orang menghindari "gula yang tersembunyi" dan mengupayakan produsen untuk mengurangi kadarnya secara bertahap.

Selama tiga sampai lima tahun terakhir diyakini telah dicapai pengurangan sekitar kandungan garam 20% sampai 30%.

Seperti Cash, Action on Sugar akan menargetkan industri makanan untuk mengurangi gula sedikit demi sedikit agar konsumen tidak menyadari perbedaan rasanya.

Kurangi penyakit

Kelompok tersebut juga mengatakan pengurangan dapat menurunkan atau menghentikan kegemukan yang dinyatakan oleh Badan Kesehatan Dunia sebagai epidemik global, dan memiliki dampak yang signifikan untuk mengrangi penyakit kronis, upaya itu "praktis, akan berjalan dan menyedot biaya yang sangat sedikit".

Kelompok ini juga menyebutkan sejumlah makanan dan minuman sehari-hari yang mengandung banyak gula, antara lain yoghurts, kecap, makanan siap saji dan juga roti.

Ketua Action on Sugar Graham MacGregor, yang merupakan professor ahli jantung di Wolfson Institute of Preventive Medicine dan pendiri Cash pada 1996, mengatakan: "Kita harus mengetahui bagaimana mengatasi epidemik kegemukan di Inggris dan seluruh dunia.

"Ini merupakan rencana sederhana yang dapat dilakukan industri makanan, dan harus diadopsi oleh Departemen Kesehatan untuk mengurangi kandungan gula yang sangat besar oleh industri makanan dan minuman ringan yang ditambahkan pada makanan kita."

Dr Aseem Malhotra, seprang ahli jantung dan direktur Action on Sugar, mengatakan, "Penambahan gula sama sekali tidak menambah nutrisi dan tidak menimbulkan rasa kenyang."

"Selain menjadi penyebab utama obesitas, terdapat bukti-bukti bahwa penambahan gula dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, sindrom metabolik dan lemak pada hati."

Berita terkait