Terlalu semangati anak berdampak buruk

sport school
Image caption Pertandingan olahraga seharusnya dinikmati dengan semangat yang baik, kata pakar.

Orang tua yang sangat bersemangat ketika menghadiri acara pertandingan di sekolah anak ternyata berdampak buruk bagi psikologis anak.

Leonard Blom, mantan pebalap sepeda internasional memperingatkan para orang tua untuk "berhenti berteriak" dan "mengontrol emosi mereka."

Blom yang juga adalah kepala sekolah di salah satu sekolah di London utara mengatakan bahwa anak-anak bertanding dalam permainan olahraga untuk mereka nikmati, bukannya untuk menyenangkan orang tua mereka.

Untuk itu ia menuliskan panduan bagi para orang tua untuk menyemangati anak mereka sewajarnya pada acara-acara olahraga sekolah.

Blom menggambarkan ada seorang ayah yang begitu bersemangat menonton pertandingan rugby hingga ia mengintervensi pertandingan itu.

"Kadang kita perlu mundur dan tidak terlalu terlibat secara emosional."

"Pemenang sesungguhnya dalam olahraga - dan dalam kehidupan sebenarnya - adalah mereka yang berperilaku penuh martabat, baik menang maupun kalah."

Semangat para orang tua yang berlebihan ini juga memicu kekhawatiran dari asosiasi sepakbola Inggris (FA) yang mengatakan orang tua perlu tetap mengendalikan diri mereka.

Pada tahun 2012, FA memberikan bantuan senilai £200.000 untuk sebuah program yang disebut "Respect Barriers" (menghormati batasan) bertujuan untuk mencegah para orangtua bertindak menggurui selama pertandingan.

Sementara Blom mengatakan sebaiknya para orangtua mendudukkan sesuatu pada tempatnya.

"Ini bukan Piala Dunia," kata dia, "ini hanya pertandingan di sekolah. Berlakulah selayaknya."

Berita terkait