Ateis Afghanistan diberi suaka di Inggris

  • 14 Januari 2014
Kementerian Dalam Negeri Inggris Hak atas foto PA
Image caption Pria Afghanistan meminta namanya tidak disebutkan.

Inggris memberikan suaka kepada seorang pria Afghanistan yang mengaku menghadapi hukuman mati bila ia pulang ke negaranya karena ia telah menjadi ateis.

Pria itu melarikan diri ke Inggris setelah terjadi konflik keluarga di Afghanistan pada in 2007. Pada saat itu, ia berusia 16 tahun dan diizinkan tinggal di Inggris sampai 2013.

Tim pengacaranya mengatakan klien mereka dibesarkan sebagai seorang Muslim tetapi ketika berada di Inggris lambat laun ia menjadi ateis.

Bila ia pulang ke Afghanistan, kata tim pengacara, ia terancam disiksa atau bahkan dijatuhi hukuman mati berdasarkan undang-undang syariah Islam karena ia dianggap telah ingkar dari agama Islam.

Tim pengacara dari Fakultas Hukum Universitas Kent beralasan pria Afghanistan itu tidak mungkin menyembunyikan kepercayaannya di kampung halaman karena seluruh aspek kehidupan sehari-hari dan budaya di sana bernafaskan Islam.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak memberikan pernyataan mengenai kasus ini, tetapi secara umum menegaskan bahwa Inggris mempunyai tradisi mendalam memberikan suaka kepada mereka yang memang memerlukan.

Berita terkait