Bank Dunia: Pertumbuhan dunia membaik

Industri otomotif di India Hak atas foto n
Image caption Kestabilan di negara-negara berkembang dianggap penting untuk memperkokoh perumbuhan.

Bank Dunia mengatakan perekonomian global tampak menguat tetapi sejumlah kebijakan di Amerika Serikat menjadi ancaman terbesar bagi pertumbuhan.

Dalam laporan tahunan yang baru diterbitkan, Bank Dunia menyebutkan negara-negara kaya tampak mulai bergeliat lima tahun setelah krisis keuangan.

Menurut Bank Dunia, perkembangan ini semestinya mampu mendorong prospek ekonomi di negara-negara berkembang.

Kondisi di negara-negara berkembang dianggap penting sebab akan menyediakan pasar bagi produk-produk mereka dan akan membantu menciptakan pertumbuhan lebih kokoh selama tiga tahun mendatang.

Namun Bank Dunia memperingatkan bahwa sejumlah kebijakan Amerika Serikat mungkin akan mempengaruhi laju pertumbuhan.

Salah satu contohnya adalah pemotongan program stimulus yang dilakukan oleh bank sentral Amerika, yang dapat menyebabkan suku bunga naik sehingga pasar keuangan semakin rentan berubah.

Wartawan BBC masalah ekonomi, Andrew Walker, melaporkan bahwa seorang ekonom Bank Dunia mengakui bahwa Indonesia, India, Turki dan Brasil merupakan sebagian negara yang berada dalam posisi rentan.

Tetapi ekonom tersebut menekankan bahwa langkah-langkah pertama bank sentral AS untuk pengurangan program pembelian aset keuangan tidak banyak berdampak negatif pada pasar.

Berita terkait