Rekor defisit perdagangan Jepang

  • 27 Januari 2014
Pelabuhan Tokyo Hak atas foto AP
Image caption Jepang mencatat defisit neraca perdagangan dalam tiga tahun berturut-turut.

Jepang melaporkan rekor defisit neraca perdagangan tahunan karena pelemahan nilai yen mendorong kenaikan biaya impor energi.

Defisi perdagangan pada tahun 2013 menjadi 11,5 triliun yen atau sekitar Rp1,372 triliun atau melonjak 65% dari tahun sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, impor energi Jepang meningkat setelah semua reaktor nuklir ditutup pascatsunami dan gempa bumi 2011.

Data terakhir memperlihatkan impor volume LNG Jepang meningkat 2% untuk 2013 dibanding tahun sebelumnya namun nilainya naik sampai 18%.

Nilai impor kian membengkak karena mengikuti kebijakan pemerintah yang menyebabkan nilai yen merosot, hingga lebih dari 20% terhadap dolar AS antara Januari dan Desember tahun lalu.

Jepang yang dikenal karena kekuatan ekspornya mencatat defisit neraca perdagangan dalam tiga tahun terakhir berturut-turut.

Mata uang yang lemah dapat menarik pembeli asing dan meningkatkan keuntungan eksportir dengan pendapatan dari luar negeri.

Namun mata uang yang lemah juga mengakibatkan harga impor yang mahal dan mempengaruhi neraca perdagangan.

"Kelemahan yen belum cukup kuat untuk memberi dampak positif kepada eksportir kecil dan menengah," kata Martin Schulz dari Lembaga Penelitian Fujitsu kepada BBC.

Berita terkait