Pendidikan gagal penuhi kebutuhan ekonomi

  • 27 Januari 2014
Pendidikan
Pendidikan disebutkan harus memiliki sasaran yang jelas dan jangka panjang

Sistem pendidikan di Inggris dianggap gagal memenuhi kebutuhan ekonomi negara tersebut dalam jangka panjang, seperti disampaikan sebuah penelitian.

Kelompok yang terdiri dari akademisi dan pemimpin bisnis merekomendasikan pemerintah untuk membentuk sebuah badan lintas lembaga yang membuat target pendidikan jangka panjang yang mandiri.

Para pakar juga mengatakan pendidikan yang diberikan harus lebih banyak menekankan pada kerja tim dan pemecahan masalah.

"Kurikulum sekunder harus mendukung strategi ekonomi negara" menjadi kalimat pembuka laporan yang memuat 13 rekomendasi.

Tetapi, Departemen Pendidikan mengatakan pendidikan sudah membekali kebutuhan anak-anak di masa depan.

Sasaran yang jelas

Laporan tersebut juga mendesak perlunya dibentuk badan independen untuk mengembangkan kurikulum di Inggris, yang terdiri dari guru, perusahaan, akademisi dan perwakilan dari partai politik.

Rekomendasi menyebutkan badan itu secara konsisten harus mengambil pandangan yang bersifat strategis dan tak hanya berkonsentrasi pada siklus pemilu atau pergantian pemerintahan.

Laporan dengan judul Making Education Work, disusun setelah dilakukannya kajian terhadap sistem pendidikan Inggris selama enam bulan, yang dilakukan oleh para pemimpin perusahaan terkenal dan dipimpin oleh akademisi, Prof Sir Roy Anderson.

"Bisnis yang sukses memiliki sasaran yang jelas yang dilakukan secara konsisten sepanjang waktu, perubahan dalam pemerintahan membuatnya sulit untuk mencapainya dalam dunia pendidikan", kata Anderson.

"Kelompok penasihat independen baru akan dibentuk pemerintah yang membahas kurikulum. Ini sebagai upaya untuk mengajak lebih banyak para pakar dan menciptakan visi jangka panjang untuk bekerja sama mengetahui minat anak-anak muda," tambah dia.

Berita terkait