Filipina ajukan gugatan karya Monet

Vilma Bautista Hak atas foto Reuters
Image caption Vilma Bautista sudah dinyatakan bersalah menjual lukisan karya Monet.

Pemerintah Filipina akan mengajukan gugatan perdata di Amerika Serikat untuk mendapatkan kembali lukisan karya Claude Monet yang sempat dijual asisten pribadi Imelda Marcos.

Lukisan itu hilang pada masa revolusi tahun 1986 yang menyebabkan keluarga presiden Ferdinand Marcos mengungsi ke luar negeri.

Dua pekan lalu Vilma Bautista -yang pernah menjadi asisten pribadi ibu negara Marcos- diganjar hukuman enam tahun penjara karena menjual karya pelukis Prancis, Claude Monet, berjudul Le Bassin aux Nympheas yang nilainya diperkirakan mencapai US$32 juta.

Karya Monet tersebut merupakan salah satu dari 150 lukisan -antara lain karya Van Gogh, Rembrandt, dan Michelangelo- yang sedang diupayakan pemerintah Filipina untuk diperoleh kembali.

Pejabat yang memimpin upaya untuk merebut kembali lukisan-lukisan itu, Andres Bautista mengatakan gugatan terbaru atas karya Monet juga bertujuan untuk mendapatkan uang yang didapat dari penjualan lukisan.

"Ini akan mengajarkan orang bahwa kejahatan tidak akan menghasilkan uang. Ini merupakan pernyataan melawan kejahatan di masa lalu" tutur Bautista, yang tidak punya hubungan dengan Vilma Bautista, kepada kantor berita AP.

Pemerintah Filipina, tambahnya, juga ingin mendapatkan kembali US$5 juta yang diterima dua keponakan Vilma yang membantu penjualan karya Monet.

Le Bassin aux Nympheas bersama tiga lukisan lainnya sempat dipajang di rumah milik pemerintah Filipina di New York namun kemudian hilang tak lama setelah Marcos digulingkan.

Berita terkait