Video game hambat perkembangan moral remaja

  • 6 Februari 2014
video games
Image caption Lebih dari separuh remaja yang diteliti bermain video games setiap hari

Bermain video game bertema kekerasan dalam waktu panjang bisa menghambat "kedewasaan moral" remaja, menurut sebuah studi di Kanada.

Penelitian mendalam terhadap perilaku 100 remaja berusia 13-14 tahun menemukan bahwa pemaparan berlebihan terhadap game kekerasan bisa melemahkan empati.

Para peneliti memperingatkan remaja bisa kehilangan kompas yang membedakan "benar dan salah."

Akademisi di Universitas Brock mempelajari perilaku murid-murid di tujuh sekolah di Ontarion. Mereka berusaha memahami hubungan antara tipe permainan video, waktu yang dihabiskan dan bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku mereka.

Kurang empati

Studi menemukan bahwa bermain video games sangat lazim dilakukan kelompok usia ini, biasanya antara satu hingga tiga jam per hari. Dan permainan dengan tema kekerasan sangat umum.

Permainan dengan kekerasan didefinisikan sebagai jenis yang melibatkan membunuh, memutilasi lawan atau melukai lawan.

Masalahnya terletak pada remaja yang menghabiskan lebih dari tiga jam setiap hari di depan lawan, terus-menerus memainkan video game tanpa ada interaksi nyata dengan orang lain.

Akibatnya, empati, kepercayaan dan keprihatinan untuk orang lain yang seharusnya berkembang seiring pertumbuhan remaja, menjadi terhambat.

Studi ini mengatakan, "Menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia virtual berisi kekerasan membuat remaja malas berinteraksi sosial dengan orang lain secara positif dalam kehidupan nyata serta membangun benteng moral untuk membedakan benar dan salah."

Orang tua diminta memperkenalkan anak-anak dengan kegiatan amal agar mereka bisa melihat perspektif atau kebutuhan orang lain.

Berita terkait