Guru Inggris siap mogok lagi

Guru mogok Hak atas foto PA
Image caption Selain soal gaji, guru di Inggris juga memprotes skema pensiun yang diubah.

Sekolah-sekolah di sebagian Inggris dan Wales harus bersiap menghadapi risiko akibat pemogokan massal guru yang sudah ditetapkan dilangsungkan 26 Maret mendatang.

Aksi mogok dilakukan sebagai kelanjutan beberapa aksi serupa sebelumnya menuntut perbaikan upah, pensiun dan kondisi kerja, kata serikat guru setempat, NUT.

Serikat guru terakhir kali bertemu pejabat pemerintah untuk merundingkan tuntutan pada Oktober lalu.

Pemerintah mengkritik rencana mogok ini dengan alasan akan merugikan pendidikan anak serta mengundang kecaman orang tua murid.

Satu serikat guru lain di Inggris yang juga besar, NASUWT, turut menggelar aksi demo bersama NUT dalam dua kali aksi mogok nasional terakhir mereka.

Namun NASUWT belum memutuskan apakah akan kembali turut turun ke jalan pada pekan depan.

Dikecam

Jika mereka turut serta, dipastikan hampir semua sekolah akan kena dampaknya karena sebagian besar guru di Inggris dan Wales jadi anggota mereka.

Seorang juru bicara Departemen Pendidikan Inggris mengecam langkah ini dan mengatakan: "Orang tua akan kesulitan memahami kenapa NUT memaksakan aksi mogok padahal pemerintah sudah memutuksan guru yang berkinerja baik dibayar lebih.

"Mereka menyerukan perundingan untuk mencegah dilakukannya aksi mogok, kami penuhi permintaan itu, dan pembicaraannya akan segera dimulai.

Hak atas foto PA
Image caption Anggota NUT tersebar di berbagai sekolah di sebagian Inggris dan Wales.

"Namun meski ada hubungan konstruktif ini, NUT tetap mogok yang akan mengganggu kehidupan orang tua, menghambat pendidikan anak dan merusak reputasi profesi mengajar."

Hak atas foto PA
Image caption Meski dikritik aksi mogok akan merugikan siswa namun serikat guru bergeming.

Mogok guru makin sering terjadi di seluruh dunia. Selain di Inggris, pemogokan guru juga pernah dilaporkan terjadi di Kenya, Brazil, Spanyol, dan AS.

Berita terkait