Anggota Pussy Riot dibebaskan di Sochi

pussy riot Hak atas foto AP
Image caption Grup Pussy Riot mengatakan bahwa Sochi adalah "even politik"

Dua anggota band Pussy Riot akhirnya dibebaskan setelah ditangkap aparat Rusia pada hari Senin di dekat lokasi Olimpiade Musim Dingin Sochi.

Marina Alyokhina dan Nadezhda Tolokonnikova ditahan atas tuduhan pencurian.

Sebelumnya, mereka dinyatakan bersalah melakukan tindakan radikal karena menyanyikan lagu berisi protes kepada Presiden Putin di katedral terbesar di Moskow.

Mereka menggelar protes bersama anggota band lain dan baru Desember lalu dibebaskan.

Tindakan itu dinilai sebagai penodaan agama oleh sebagian besar rakyat Rusia dan dikecam oleh Gereja Orthodox.

'Tak ada tempat untuk protes'

Kedua anggota band dan tiga perempuan lain keluar dari kantor polisi di Sochi mengenakan topeng ski setelah sempat ditahan.

Mereka berlari ke jalan dan menyanyikan lagu baru tentang Putin yang menurut koresponden BBC berisi sarkasme terhadap kepemimpinan Putin.

"Kini ada pendudukan di teritori ini karena kota ini di bawah kendali polisi dan keamanan," kata Nadezhda kepada wartawan.

"Kami tiba di sini pada hari Minggu [dan] kami ditahan. Bahkan ketika kami hanya mengemudikan mobil dan berjalan kaki. Jadi mereka mencari berbagai cara untuk menahan kami."

Nadezhda mengatakan mereka ditahan selama 10 jam oleh polisi pada hari Senin setelah tiba "untuk membuat klaim politik tentang Olimpiade Sochi."

"Tidak ada tempat untuk protes politik di sini," kata dia. "Jika Anda ingin mengatakan sesuatu bernada kritik, Anda akan ditangkap."

Hak atas foto AP
Image caption Maria Alyokhina mempublikasikan foto dirinya di mobil polisi
Hak atas foto AFP
Image caption Anggota Pussy Riot tampil di Sochi pada hari Selasa

Berita terkait