Seruan menambah profesor perempuan di Cambridge

Universitas Cambridge
Image caption Saat ini sekitar 22% profesor di universitas-universitas Inggris adalah perempuan.

Lebih dari 50 akademisi di Universitas Cambridge meminta perubahan dalam penunjukan posisi senior untuk mengatasi kurangnya profesor perempuan.

Mereka menginginkan agar proses rekrutmen yang lebih melibatkan semua pihak dan mempertimbangkan beragam ketrampilan.

Saat ini sekitar 22% profesor di universitas-universitas Inggris adalah perempuan.

Para akademisi di Cambridge mengatakan rekrutmen harus mempertimbangkan aspek-aspek lain seperti pengajaran, pencapaian pekerjaan hingga ke luar universitas, dan publikasi ilmiah.

Menurut mereka, langkah-langkah untuk menjadi profesor tergantung pata seperangkat pencapaian yang dianggap terlalu semput, seperti tulisan di jurnal akademis dan dana penelitian.

Sementara pengalaman lain dari kehidupan akademis sehari-hari, tambah mereka, juga perlu dipertimbangkan.

"Pengalaman kami di Cambridge, dalam survei terbaru dengan responden 126 profesor dan admnistrator perempuan memperihatkan memang itu (kesetaraan gender) masalahnya," tutur Profesor Athene Donald, dari Bagian Kesetaraan Gender Unversitas Cambridge.

"Perempuan tampaknya menilai penting spektrum yang lebih luas dari kompetensi kerja yang tidak dianggap penting dalam sistem saat ini," tambahnya.

Angka dari Badan Statistik Pendidikan Tinggi Inggris memperlihatkan 45% akademisi universitas adalah peremuan namun 78% profesor adalah pria.

Berita terkait