Banyak ayah lebih memilih mengurus anak

ayah
Image caption Pria ingin lebih berperan dalam mengurus anak

Lebih dari seperlima kaum pria berharap mereka bisa mengurus anak dan tidak perlu kembali bekerja, kata para peneliti.

Lebih dari sepertiga pria yang disurvei mengatakan mereka bekerja sepanjang waktu dan tidak ditawarkan fleksibilitas oleh majikan mereka.

Studi menemukan bahwa 80% perempuan merasa "bersalah" kembali ke bekerja setelah memiliki anak.

Survei itu dilakukan untuk membantu peluncuran Work and Family Show yang dimulai di London hari ini.

Para peneliti mengirim daftar pertanyaan ke orang tua yang bekerja dan calon orang tua.

Survei dilakukan secara online bulan lalu dengan responden 1.000 orang.

Jam kerja tidak fleksibel

Survei menunjukkan bahwa lebih sulit bagi perempuan dibanding lelaki untuk kembali bekerja setelah berkeluarga, tapi jumlah ayah yang merasa seperti itu juga signifikan.

Fatherhood Institute, sebuah badan amal yang menyebut diri mereka sebagai "lembaga pemikir untuk ayah" mengatakan hasil riset itu "cocok dengan bukti yang sudah ada."

"Kaum lelaki, dan bukan perempuan yang paling tidak puas dengan keseimbangan kerja-hidup," kata Adrienne Burgess, kepala eksekutif institut itu.

"Mereka cenderung bekerja penuh waktu dibandingkan perempuan dan menjadi pencari nafkah utama. Mereka juga bekerja lebih lama dan harus menempuh perjalanan pulang pergi lebih panjang," kata Burgess.

"Tidak banyak perusahaan yang mendukung lelaki untuk memadukan komitmen profesional dan domestik mereka."

"Akibatnya, semakin sedikit pria yang meminta jam kerja fleksibel dan kalau mereka minta pun, mereka cenderung tidak akan mendapatkannya."

Berita terkait