Qantas pangkas 5.000 pekerjaan

qantas Hak atas foto Getty
Image caption Qantas ingin memangkas biaya produksi hingga Rp20 triliun

Maskapai penerbangan Qantas mengumumkan rencana untuk memangkas 5.000 pekerjaan setelah melaporkan kerugian finansial dalam jumlah besar.

Ini adalah bagian dari rencana maskapai Australia itu untuk mengurangi biaya operasional hingga A$2 miliar (Rp20 triliun) hingga tiga tahun mendatang.

Pemangkasan ini diumumkan bersama dengan angka kerugian yang mencapai A$252 juta dalam enam bulan hingga Desember 2013.

Maskapai yang juga akan mengurangi armadanya hingga 50-an pesawat ini mengatakan mereka menghadapi persaingan sengit dari operasi internasional dan domestik.

Dalam pernyataan, Presiden Direktur Qantas Alan Joyce mengatakan maskapai menghadapi "sejumlah tantangan terberat yang pernah kami alami" dan tindakan darurat harus dilakukan.

Qantas berusaha meyakinkan pemerintah Australia mereka membutuhkan dukungan finansial dan bahwa peraturan yang membatasi kepemilikan asing atas maskapai itu hingga 49% harus dilonggarkan untuk menarik investasi asing.

Mereka mengklaim tidak diuntungkan karena rival domestik Virgin Australia dimiliki tiga operator yang didukung pemerintah yaitu Air New Zealand, Etihad dan Singapore Airlines.

"Pasar domestik Australia terdistorsi oleh kebijakan penerbangan Australia," kata Joyce.

Berita terkait